Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
IPMAPUJA News And Media. Diberdayakan oleh Blogger.

    Life Style

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
    Tampilkan postingan dengan label Radar Puncak Jaya. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Radar Puncak Jaya. Tampilkan semua postingan

    Oknum Aparat Paksa Pasien Tinggalkan RSUD Paniai

    Oknum Aparat Paksa Pasien Tinggalkan RSUD Paniai

    Written By Voice Of Baptist Papua on 8/23/12 | 9:07 PM

    Pasien di RS (photo Ilustrasi)
    JAKARTA -- RSUD Kabupaten Paniai, Propinsi Papua, mencekam, karena didatangi sekelompok oknum Brimob setempat dan TNI. Mereka mencabuti infus pasien dan meminta mereka serta perawat dan dokter di dalamnya meninggalkan RSUD. Seluruh petugas rumah sakit serta pasien yang tengah dirawat meninggalkan rumah sakit sejak Selasa (21/8). Ini akibat intimidasi dari aparat keamanan setelah tertembaknya seorang anggota Brimob.

    "Ini membuat masyarakat ketakutan," jelas Koordinator National Papua Solidarity (Napas), Marthen Goo, di Jakarta, Kamis (23/8). Dikatakannya, mereka semua meninggalkan rumah sakit dengan berjalan kaki.

    Marthen menyatakan yang tragis adalah pasien yang menderita sakit parah. Mereka membutuhkan perawatan intensif. Kondisi ini membuat trauma karena oknum yang berkelompok itu memasuki rumah sakit dengan membawa senjata laras panjang. Pasien yang seharusnya mendapatkan perawatan medis justru harus pulang karena ulah mereka.

    Marthen meminta agar pemerintah tidak tinggal diam. Mereka yang terlibat dalam penciptaan kondisi mencekam itu harus ditindak secara hukum. "TNI dan Polri tidak boleh tinggal diam," imbuhnya.

    Dia menduga insiden ini terjadi karena oknum Polri dan TNI tidak terima dengan ditembaknya personel Polri setempat, Brigadir Yohan Kisiwaitoi, hingga tewas di ujung Bandara Enartotali. Timah panas menembus bagian dada sebelah kiri. Penembakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Pelaku melarikan diri. Polisi kini tengah memburu pelaku penembakan, dan belum diketahui motif dari penembakan tersebut.

    Yohan tengah bersama rekannya, yakni Briptu Gustab Wartanoi, sedang bersama-sama mencuci mobil. Kemudian rekannya pergi untuk membeli makan, sehingga korban Yohan Kisiwatoi sendiri mencuci mobil dan tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal.

    Marthen menduga berdasarkan informasi yang dihimpun, penembaknya adalah oknum Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah komando John Magai Yogi. Belum diketahui jelas apa motifnya. Namun TPN selalu menyerang aparat Polri maupun TNI karena pihak TPN selalu diserang oleh dua pihak ini. TPN dianggap sebagai pemberontak yang mengancam kemerdekaan Indonesia.

    Redaktur: Dewi Mardiani ( http://www.republika.co.id/)
    Reporter: Erdy Nasrul

    Radar Puncak Jaya : Di Kampung Berap, Polisi Dipanah

    RADAR IPMAPUJA News : Di Kampung Berap, Polisi Dipanah

    Korban Bripda Ridwan  NapitupuluSementara itu,   Kepala  Bidang  Hubungan Masyarakat  Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar  Polisi  Wachyono juga menegaskan, 2  orang Anggota  Polisi  masing-masing-masing Kanit  Intelkam Polsek  Nimbokrang Bripka Dian Budi Santoso dan   Anggota Intelkam  Polres  Jayapura  Bripda Ridwan  Napitupulu   dianiaya  dan dipanah oleh  15 orang tak dikenal di Kampung Berap,  Distrik Nimbokrang,  Kabupaten Jayapura, Kamis (1/12) pukul 06.00 WIT.  Namun demikian, Bripka Dian Budi Santoso berhasil menyelamatkan diri dalam  kondisi sehat. Sedangkan Bripka Ridwan  Napitupulu mengalami luka parah  di wajah  dan  luka  di pinggang  ditembus panah.  Ia kemudian dilarikan ke  RS  Bhayangkara,  Kotaraja dirawat intentif   dan menjalani operasi untuk mengeluarkan anak panah  yang menusuk  pinggangnya. “Senpi  SSI  1 pucuk kepunyaan  korban Bripka Ridwan   Napitupulu kini  diamankan di Polsek Nimbokrang,” ujarnya. 
    Dia  mengatakan, 4 OTK  yang  ditangkap disekitar  TKP kini diperiksa  intensif   di Mapolres  Jayapura di Sentani.
    “Kami  telah  menyebar  1  peleton  polisi   melakukan  pengejaran   terhadap pelaku lainnya,” katanya.  Menurut dia,  peristiwa  ini  berawal  ketika duannya  mendapat  informasi dari masyarakat bahwa  terjadi  peristiwa  pengibaran bendera Bintang  Kejora di Kampung Berap.
    Keduanya  seketika  itu bergerak ke lokasi menggunakan sepeda motor. Namun  tak  disangka setibanya di lokasi dimaksud  keduanya disambangi  15 orang  sekaligus menodongkan  senjata  tradisional  panah.
    Keduanya berupaya menyelamatkan  diri  ke Kali Niru dan  terbawa  arus  sambil berpegangan tangan. Namun lantaran  arus deras  keduanya berpisah.
    Bripka Dian Budi Santoso  sempat memegang pohon sagu.  Sedangkan Bripka Ridwan  Napitupulu ditangkap dan dianiaya. Bripka Dian Budi Santoso sempat mendengar suara tembakan sebanyak sekali   dari lokasi Bripka Ridwan  Napitupulu dianiaya.
    Kini    Bripka Dian Budi Santoso berhasil menyelamatkan diri dalam  kondisi sehat. Sedangkan Bripka Ridwan  Napitupulu mengalami luka parah  di wajah  dan  luka  di pinggang  ditembus panah.  Ia kemudian dilarikan ke  RS  Bhayangkara,  Kotaraja untuk mendapatkan pengobatan.(mdc/don/l03)

    Puncak Jaya Post - Harian Perama dan Terbesar di Papua

    "BERITA UTAMA HARI INI"

    BANGSA MELANESIA YANG MENDIAMI TANAH KONVERGEN (WEST PAPUA & PAPUA NEW GUINEA) SAAT INI TELAH KEHILANGAN JATIDIRINYA  AKIBAT PEMBERIAN NAMA OLEH BANGSA-BANGSA ASING YANG DATANG MASUK KEWILAYAH INI ANTARA LAIN BANGSA MELAYU, AUSTRONESIA, CHINA, SPANYOL, PORTUGIS, GERMAN, BELANDA, INGGRIS, DAN JEPANG.

    PULAU INI TIDAK PANTAS DIBERI NAMA PAPUA DAN NEW GUINEA KARENA NAMA ITU ADALAH NAMA YANG DIBERIKAN OLEH BANGSA MELAYU YANG MASUK LEBIH AWAL SEBELUM KEDATANGAN BANGSA MONGOLOID DARI CHINA DAN BANGSA EROPA.
    NAMA PAPUA DIAMBIL DARI BAHASA MELAYU KUNO YAITU PAPUWA YANG BERARTI BUDAK/TIDAK BERADAB SEDANGKAN NAMA NEW GUINEA ADALAH NAMA YANG DIAMBIL OLEH BANGSA SPANYOL DARI NAMA GUINEA DI AFRIKA DENGAN ALASAN KEMIRIPAN MANUSIANYA.

    TETAPI PULAU INI SUDAH SEPANTASNYA DAN SEHARUSNYA DIRUBAH MENJADI TANAH KONVERGEN (Convergentland) YANG BERARTI TANAH YANG TERBENTUK KARENA PERTEMUAN LEMPENG AKIBAT PERGERAKKAN TEKTONIK LEMPENG DI BAWAH PERUT BUMI.

    NAMA INI DIAMBIL BERDASARKAN PROSES TERJADINYA PULAU INI BEBERAPA PULUH JUTA TAHUN SILAM BERDASARKAN SKALA GEOLOGI SEHINGGA UMUR PULAU INI DIPERKIRAKAN BARU SEKITAR 60 JUTAAN TAHUN. HAL INITELAH DIBUKTIKAN MELALUI PENEMUANG KERANG LAUT DAN PASIR LAUT DI DAERAH WAMENA, KEBAR, MANOKWARI, SORONG, BIAK, DLL.
    PRSOSES TERJADINYA PULAU INI BERASAL DARI PERTEMUAN LEMPENG BENUA AUSTRALIA DAN LEMPENG SAMUDERA PASIFIK SEHINGGA MEMBENTUK GUGUSAN PEGUNUNGAN DI SEPANJANG WILAYAH SORONG DI PAPUA BARAT HINGGA SAMARI DI PAPUA NEW GUINEA.


     AKIBAT PERTEMUAN LEMPENG TERSEBUT,  MAKA TERJADILAH GUGUSAN PEGUNUNGAN DI WILAYAH KEPALA BURUNG, PEGUNUNGAN TENGAH HINGGA KE ARA TIMUR DI PAPUA NEW GUINEA. DALAM PROSES GEOLOGI, PERISTIWA PERTEMUAN/TUMBUKKAN LEMPENG DISEBUT KONVERGEN, MAKA TANAH INI HARUS DISEBUT TANAH KONVERGENT ATAU CONVERGENTLAND.
    SEDANGKAN LEMPENG YANG SALING MEMISAH DISEBUT DIVERGENT.



    Gambar. 1. Convergent Plate Techtonic

    DENGAN ADANYA PERTEMUAN LEMPENG INI SEHINGGA MENGHUBUNGKAN BENUA AUSTRALIA, MAKA TERJADILAH MIGRASI MANUSIA DAN HEWAN DARI ARAH  AUSTRALIA KE UTARA PULAU INI SEPERTI TERLIHAT PADA GAMBAR GEOLOGINYA DI BAWAH INI SEBELUM TERJADINYA PENCAIRAN ES KETIKA NAIKNYA SUHU BUMI YANG MENGAKIBATKAN TERPUTUSNYA DARI DARATAN AUSTRALIA DAN MEMBENTUK PULAU TERSENDIRI.



    Gambar. 2. NEW GUINEA BEFORE SEPARATE FROMAUSTRALIA.
    Capture and Editor by: John Anari
    Sumber: Monash University, Australia

    BERDASARKAN PROSES ITU, SEHINGGA AHLI GEOLOGI LYDEKKER MENARIK GARIS BATAS LEMPENG SUNDA DAN LEMPENG SAHULSEPERTI TERLIHAT PADA GAMBAR DI BAWAH INI:

    Gambar. 3. Map showing Lydekker's line in relation to those of Wallace and Weber, as well as the probable extent of land at the time of the last glacial maximum, when the sea level was more than 110 m lower than today.

    PENARIKAN GARIS BATAS PAPARAN SUNDA DAN PAPARAN SAHUL MENURUT LYDEKKER YANG PALING TEPAT KARENA DAPAT DILIHAT CIRI-CIRI MANUSIA PAPUA DAN AUSTRALIA SANGAT MIRIP.

    SEDANGKAN NAMA YANG COCOK UNTUK BANGSA YANG MENDIAMI PULAU KONVERGEN INI ADALAH BANGSA MELANESIA YANG BERASAL DARI BAHASA YUNANI KUNO YAITU MELAN DAN NESOS (MELAN =HITAM; NESOS=PULAU) MAKA MELANESIA BERARTI PULAU HITAM. HAL INI SAMA SEPERTI PEMBERIAN NAMA INDONESIA OLEH SARJANA HUKUM SKOTLANDIA DARI UNIVERSITAS EIDINBURG YANG BERDOMISILI DI SINGAPORE YANG MENGAMBIL KATA DARI DARI BAHASA YUNANI KUNO YAITU INDOS DAN NESOS (INDOS=INDIA; NESOS=PULAU) JADI INDONESIA BERARTI PULAU INDIA KARENA KETURUNANNYA BERASAL DARI INDIA DAN ARAB DITIMUR TENGAH SEHINGGA BEREDAR AGAMA ISLAM, BUDA, HINDU SERTA PENINGGALAN CANDI DAN BAHKAN MEMILIKI KEMIRIPAN MANUSIANYA.

     
    Gambar. 4. Border Map of Melanesia Island
    Sumber: http://asiapacific.anu.edu.au/people/_maps/Melanesia.jpg


    Gambar. 5. Border Map of the island of Melanesia, Micronesia and Polynesia
    Sumber: http://www.janeresture.com/melhome/map.jpg

    SB-PAPUA News : PGI Minta Pemerintah Undang PBB ke Papua

    SB-PAPUA News : PGI Minta Pemerintah Undang PBB ke Papua

    JAKARTA--MICOM: Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia menyambut baik inisiatif pemerintah untuk membentuk Upaya Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) agar bisa segera menyelenggarakan dialog Jakarta-Papua.

    Selain itu, PGI juga meminta Pemerintah Indonesia agar memberikan kesempatan bagi Amnesty Internasional untuk berkunjung ke Papua dan mengundang Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-bangsa.
    "PGI mendesak agar dialog Papua-Jakarta segera dilaksanakan,"kata Sekretaris umum PGI Pdt Gomar Gultom, di Jakarta, Senin (28/11).


    Selanjutnya, menurut Gomar, sambil mempersiapkan pelaksanaan dialog, semua aksi kekerasan di Papua dan penyisiran oleh aparat keamanan harus dihentikan.

    "Kami minta pemerintah untuk segera menarik seluruh pasukan non-organik dari Papua, dan menempatkan aparat secara proporsional dan profesional."

    Selain itu, lanjut dia, segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua harus diusut tuntas dan diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

    Dalam hal ini PGI sangat berharap ketegasan pemerintah dalam mengakhiri praktek impunitas yang begitu sistematis dalam berbagai insiden yang terjadi di Papua.
    Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/

    Daerahnya Bergolak, Gubenur Akan Panggil Enembe dan Klemen Tinal


    Jumat, 28 Oktober 2011 00:59
    JAYAPURA -  Dua daerah yang selama ini  terus bergolak, yaitu Kabupaten Mimika dan Puncak Jaya, membuat Plt  Gubernur  berencana dalam waktu dekat akan memanggil kedua bupati di dua daerah itu guna membahas situasi sedang terjadi.
    Mereka yang akan dipanggil adalah, Bupati Puncak  Jaya Lukas Enembe S.Ip dan Bupati Mimika Klemen Tinal. Termasuk juga Bupati Puncak.
    “Tiga bupati itu adalah Bupati Mimika, Bupati Puncak Jaya dan Bupati Puncak,” kata Syamsul Arief Rivai, di Jayapura, Papua Kamis.
    Dia menjelaskan,  pemanggilan ketiga bupati tersebut adalah untuk mempertanyakan langsung bagaimana cara mereka melakukan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat di tempat tugas masing-masing. Pemanggilan ini sangat perlu, mengingat persoalan yang terjadi di tiga kabupaten itu sudah sangat meresahkan dan memakan banyak korban.
    “Walaupun ada orang tidak suka, tetapi jika dilakukan pendekatan tentunya masalah tersebut akan selesai,” ujarnya.
    Ketika ditanya apakah konflik yang terjadi di tiga kabupaten itu ada kaitannya dengan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlangsung, tegas Syamsul, hal tersebut tidak dapat dibenarkan.
    Namun, apabila seorang kepala daerah tidak mampu mengurus daerah atau rakyatnya, secara otomatis masyarakatnya akan menilai buruk kepemimpinan mereka, ini tidak boleh terjadi.
    “Semakin sejahtera rakyat di daerahnya, secara nasional rakyat akan memberi penilaian yang baik pula,” tandasnya.
    Menyinggung soal gejolak yang terus terjadi di Kabupaten Puncak Jaya pasca tertembaknya seorang polisi, ujarnya, permasalahan ini harus segera diselesaikan. Siapapun pelakukanya harus ditangkap.
    “Pelaku penembakan polisi secara hukum pasti akan dicari, jangankan di Puncak Jaya, jika hal itu terjadi di Jakarta, pelakuknya pasti diuber,” katanya.
    Karena pencarian itu, membuat situasi terlihat semakin memanas, padahal itu adalah konsekuensi adanya kegiatan kriminal di daerah tersebut sehingga dilakukan pencarian terhadap pelaku penembakan, ujarnya.
    Dia mengatakan, meskipun ada timbul gejolak di beberapa daerah, kondisi Papua secara umum tetap aman. Inilah yang harus diketahui dunia luar, jangan karena ada kejadian disatu daerah Papua dibilang tidak aman, itu tidak benar.
    “Pemahaman ini harus diubah, wilayah Papua luasnya tiga kali lipat dari Pulau Jawa, sehingga kalau ada gejolak di satu daerah tidak ada pengaruhnya ke daerah lain,” tukasnya.
    Gubernur Syamsul Arief Rivai menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di daerah lain serta tetap menciptakan suasana tentram. “Saya himbau agar masyarakat tetap tenang, dan berusaha untuk tentram jika ada sesuatu yang tersumbat mari kita diskusi untuk mencari jalan keluarnya. Untuk itu, mari tetap membuka diri,” katanya. (ant/don/L03)

    Perkantoran di Kota Mulia, Papua diliburkan


    Pantauan ANTARA Jayapura dari Mulia ibukota Kabupaten Puncak Jaya, sejak pagi hingga siang hari perkantoran di Mulia tampak sepi seperti hari biasanya.

    Sementara suara tembakan terdengar dari arah belakang daerah Markas Polres setempat dan daerah Kampung Wonde Gobak yang merupakan lokasi kantor Ketahanan Pangan yang dibakar Selasa sore.

    Hingga berita ini ditulis, suara tembakan masih terus terdengar dan belum ada laporan resmi terkait korban dan lainnya.(ALX/Y006)
    Ket.Gambar:
    Sejumlah aparat dari Brimob Polda Papua bersenjata laras panjang melintas di tengah kota guna meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi wilayah di Kota Jayapura, Papua, Selasa (25/10). (ANTARA/Anang Budiono)
    Sumber :Antara

    Dari Puncak Jaya, Anak Gunung Merangkai Asa Menuju Britania

    Dari Puncak Jaya, Anak Gunung Merangkai Asa Menuju Britania 

    Puncak Jaya - Kunjungan Frengky Pare Kagoya (14), anak seorang petani di Kotamulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ke rumah Pak Kapolsek sore itu mungkin takkan pernah ia lupakan. Di rumah itu, Frengky tak sengaja membaca sebuah iklan surat kabar lokal yang menyedot perhatian. Isinya, penjaringan bibit muda pesepakbola Tunas Garuda.

    “Saya minta Bapak (Kapolsek-red) bawa pulang (koran),” kata siswa kelas 1 SMAN I Kotamulia, Puncak Jaya, Papua, itu saat ditemui detikcom di Jayapura, Sabtu (11/6/2011).

    Sesampainya di rumah , Frengky langsung menunjukkan koran itu ke kakak sulungnya, Verina Kagoya. Sekata dengan orangtuanya, Verina, PNS di Dinas Pertanian setempat, langsung setuju adik bungsunya mengikuti seleksi Tunas Garuda di Sentani, Jayapura, 45 menit perjalanan udara dari Puncak Jaya.

    “Kakak bilang ‘ya sudah kok turun’. Kakak yang biayai naik pesawat,” cerita Frengky.

    Di stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jayapura, asa itu pun mulai dirangkai. Frengky, yang selama di Jayapura tinggal di kos kakaknya yang lain, terpilih menjadi empat pemain terbaik seleksi Tunas Garuda. Bersama Terens Owang Prisca (15), Mariano Orthis Padokan (15) dan Yunus Novriandi Modow (16), ia akan dikarantina di Jakarta untuk mengikuti pelatihan.

    “Empat anak terbaik dari 9 kota akan kita pilih 18 untuk bertanding melawan tim Arsenal junior di London akhir Oktober ini,” kata Barnas Kamora, konsultan komunikasi DPP Partai Demokrat, penyelenggara Tunas Garuda.

    Ditanya soal London, Frengky, yang baru sekali menginjak Jakarta, ini mengaku tidak punya bayangan mengenai ibukota Inggris itu. “Saya cuma ingin ke sana,” katanya.

    Di antara 4 anak terbaik itu, Frengky-lah yang paling minim pengalaman. Jika Yunus dan Orthis pernah ikut bergabung di timnas usia dini, Frengky baru bergabung di tim Kabupaten Puncak Jaya . Di kampungnya yang berada di ketinggian 4000an meter dpl itu, pun belum ada sekolah sepakbola.

    �“Saya cuma main-main biasa saja. Baru dapat event, kita turun,” kata Frengky mengaku biasa bermain di lapangan ‘menanjak‘ ini.

    Di Jakarta nanti, Frengky berjanji akan berlatih sebaik mungkin, agar pengorbanan kakaknya, yang telah membelikannya tiket pesawat Rp 2,4 juta, tidak sia-sia. Tak hanya sampai di ibukota, anak gunung itu pun ingin menjajal kota yang tak pernah terbayangkan olehnya, London.






    (lrn/fjr)

    " Sent from Smartfren Blackberry, Hebat Cepat Hemat "

     
     photo MISS_GHANA_BOOT_CAMP_Naijapalsdotcom_zps5ddf8c77.jpg
     photo NewPicture7_zps016b21bf.png