Headlines News :
IPMAPUJA News And Media. Diberdayakan oleh Blogger.

    Life Style

     photo rt_zpsd46b958b.jpg

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik
    TEMPO/ Arie Basuki
    TEMPO.CO , Jakarta:Di dunia 'ayam kampus' ada pelajaran kode etik yang berisi ketrampilan dan kepribadian. Etika ini yang mengatur perilaku para ayam agar tertib dan tidak "belepotan". Para mucikari biasanya membekali mereka dengan etika itu agar pelanggan puas dengan harga yang sudah dibayar. Tempo mendapati kode etik yang banyak disepakati antara mucikari dan ayamnya. Ada yang ringan, ada juga yang berat.

    Menurut mucikari bernama Nora, pelajaran utama adalah menanamkan di benak para ayam bahwa pelanggan atau tamu adalah raja. Artinya, kata dia, ayam harus sopan dan ramah, juga patuh. "Ya misalnya mendengarkan dengan penuh perhatian curhat si tamu, dan jangan sekali-kali memotong pembicaraan," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Ayam peliharaannya juga dilarang memainkan ponsel saat bertugas. Karena dalam banyak kasus, kata Nora, ada ayam diadukan tamu karena asyik main "game" sendiri di atas ranjang. Dan, ada juga tamu yang mengadu disebabkan harus menunggu makan ayamnya terlalu lama--karena sembari balas pesan BlackBerry. "Hal itu dievaluasi," ujarnya.

    Lebih spesifik lagi, Nora juga mengajari ayamnya cara menuang minuman ke dalam gelas. Misalnya; pada saat mengangkat gelas, si ayam diajari untuk memegang gelas bagian bawah, atau jika gelas itu berkaki, ayam akan diajari untuk memeegang kaki gelas tersebut. Itu menurutnya standar. Bahkan, karena pihaknya juga mengajari sampai pada tahap membuka pakaian ketika hendak berhubungan intim. "Pakaian dibuka perlahan. Tidak boleh langsung bugil," ujarnya.

    Doni, mucikari lain, mengatakan, cara mengambil uang dari pelanggan juga ada kode etiknya. Ia mengatakan, ketika tamu memberi uang tunai, maka jangan langsung diambil. Tetapi diambil ketika tamu sudah pergi. "Untuk mengesankan si ayam tidak kegaresan uang," ujarnya di kesempatan terpisah.

    Ketika sedang bertugas, ayamnya juga dilarang memamerkan harta benda di depan tamu, seperti telepon genggam mahal atau laptop. Biasanya Doni meminta telepon seluler si ayam dimatikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesan sombong. Meski rata-rata ayamnya memiliki mobil, ia juga tetap mengharuskan mereka menemui pelanggannya dengan taksi.

    Jika ada sang ayam sedang datang bulan, Doni tidak membolehkan ayamnya itu libur. Apalagi jika sedang banyak order. Dalam aturannya, permintaan pelanggan tidak boleh ditolak. Ia mengaku memiliki ramuan obat untuk menghentikan keluarnya darah menstruasi. "Obat itu diracik secara tradisional oleh ibu gue, manjur!," ujarnya terbahak.

    Tetapi, Doni akan langsung menolak jika ada pelanggan yang meminta dilayani kasar di atas ranjang. Jika dirinya mendapat laporan dari ayamnya soal tamu yang memiliki kelainan dan membahayakan, tamu itu akan dimasukan ke dalam daftar hitam. "Pernah ada pelanggan yang bayar di muka belasan juta, tetapi ML-nya harus mukulin culai gue dulu. Gue tolak lah," katanya. Namun ia tidak menolak juga si ayam diminta menemani tamu untuk memakai obat terlarang.

    Ayam kampus juga memiliki hari kerja juga. Para ayam peliharaan Nora, dalam sepekan bisa empat hari kerja. Jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 19.00 WIB sampai 02.00 WIB. Yang pasti, aturan ini mengikat. "Jikalau si culai masuk pada hari Sabtu, maka sabtu depannya mereka bisa mengambil libur," kata Nora.


    HERU TRIYONO| PACIFICA

    Tujuan Pendidikan di Masa Kini

    Tujuan Pendidikan di Masa Kini

    Tujuan Pendidikan di Masa Kini (Foto: dok. Okezone)
    Tujuan Pendidikan di Masa Kini (Foto: dok. Okezone)

    IPMAPUJA –  Debat mengenai tujuan pendidikan tidak pernah ada habisnya. Haruskah pemuda menjadi berpendidikan dalam menjadi angkatan kerja, atau haruskah tujuan dari pendidikan lebih fokus pada sosial, akademis, budaya, dan pengembangan intelektual, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi masyarakat yang sibuk?

    Lebih dari 50 tahun, kecemasan mengenai kompetisi dengan Uni Soviet, Jepang, dan China dalam ekonomi global, militer, serta politik mendapat panggilan secara berkala dan lebih efektif terhadap pengembangan angkatan kerja.

    Pengetahuan yang alami, rekayasa lingkungan, dan bagaimana orang hidup di dunia yang kritikal untuk ketiga tujuan pendidikan tersebut. Kunci dari mengidentifikasi pembelajaran perilaku dengan siswa harus terlibat melalui sedikit keseimbangan, praktik yang mengejutkan berlaku di berbagai sekolah, dan menjadi kendaraan bagi tujuan yang lebih banyak.
    Melansir Washington Post, Senin (2/3/2015), berikut ini hal-hal yang bertujuan dari pendidikan di abad 21.

    1. Fenomena
    Di kelas, siswa bisa bertanya mengenai pertanyaan cara hidup dan tumbuh dengan energi. Fokus dari pendidikan dan masalah yang bermakna tidak hanya kemampuan akademis. Hal yang terpenting adalah mengenai hidup, pekerjaan, dan masyarakat.

    2. Pengembangan model
    Satu kunci dari model ide yakni mengaplikasikannya dalam hidup, pekerjaan, dan masyarakat merupakan masalah yang harus direnungkan. Model ide lainnya, haruslah subjek yang sistematis. Mengetahui apakah model tersebut bisa dibawa pada realita.

    3. Merencanakan dan melaksanakan investigasi
    Tujuan dari investigasi adalah pengujian, membersihkan atau merancang solusi. Contoh, di kelas biologi, siswa merancang investigasi mengenai kondisi apa yang tepat untuk menghilangkan karbondioksida dari atmosfer.

    4. Menganalisis dan menginterpretasi data
    Menggunakan matematika dan berpikir komputasi, tes investigasi, atau merancang data harus ditafsir. Siswa belajar untuk merancang solusi.

    5. Membangun penjelasan dan terlibat dalam argumen yang terbukti
    Tujuan siswa adalah membangun konstruksi logika dalam menjelaskan fenomena yang koheren. Bagaimanapun, angkatan kerja berjalan atau melangkah lebih depan untuk menyatakan argumen yang mendasar, siswa harus praktek dalam membela dan merevisi solusi yang mereka debatkan. Berpikir mengenai kekuatan argumen.

    6. Bisa mendapatkan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi
    Praktik dari ilmu dan teka-teki untuk melihat ke depan, pengetahuan dan solusi serta selalu melihat perbaikan. Sekali lagi, kemampuan terbaik dipelihara untuk kehidupan, pekerjaan dan masyarakat.