Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
IPMAPUJA News And Media. Diberdayakan oleh Blogger.

    Life Style

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
    Tampilkan postingan dengan label IPMAPUJA News And Media. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label IPMAPUJA News And Media. Tampilkan semua postingan

    Dari Re-Organisasi IPMAPUJA: Belajar untuk Membawa Perubahan

    Dari Re-Organisasi IPMAPUJA: Belajar untuk Membawa Perubahan
    Mahasiswa Puncak Jaya. Foto: Ist.
    Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Organisasi menjadi salah satu tempat di mana setiap individu membentuk karakternya. Kaum muda merupakan sumber daya manusia pembangunan untuk masa sekarang dan masa depan, sehingga boleh dikatakan keberhasilan pembangunan bergantung pada kaum muda.

    Lidia Fera Kogoya, salah satu senior pada Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA) Yogyakarta-Solo menegaskan, organisasi merupakan tempat di mana menghasilkan pribadi yang berbobot dan berkarakter membangun, sehingga melalui berorganisasi setiap individu dipersiapkan menjadi teladan bagi banyak orang.

    "Dari organisasi ini kita dibentuk karakter untuk membawa perubahan di daerah Puncak Jaya serta  menjadi pemimpin yang profesional, bukan untuk menjadi pemimpin koruptor di Papua," ungkapnya di hadapan anggota IPMAPUJA saat re-organisasi, Sabtu (9/08/2014) di asrama putra Puncak Jaya "Kunume" Yogyakarta.

    Ia juga meminta teman-temannya tidak melupakan kuliah sebagai tugas pokok mahasiswa. Selain itu, dirinya megajak agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan terlibat kegiatan-kegiatan yang membantu meningkatkan kualitas pribadi.

    "Kita adalah ujung tombak dari daerah Puncak Jaya khususnya dan secara umum Papua. Di sana membutuhkan orang yang berkualitas, berpikir yang kritis untuk membawa perubahan yang signifikan untuk menjadi pelaku pembangunan yang baik di daerah," kata Fera.

    Re-organisasi diakhiri dengan pemilihah Badan Pengurus Harian (BPH). Dalam pemilihan yang berlangsung, Roni Telenggen mengungguli pesaingnya Teyomi Wonda dengan selisih 10 suara dari 50 anggota yang hadir.

    Dalam dua tahun ke depan, Roni Telenggen diharapkan menjadi nakhoda yang baik untuk mengarahkan organisasi ke arah yang lebih baik.

    Sementara itu, Yoginus Telenggen ketua badan formatur dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan seluruh anggota dalam mensukseskan kegiatan tersebut. "Re-organisasi ini terlaksana dengan aman, lancar dan baik karena semua anggota ikut partisipasi dan bekerja keras," ujarnya. (Yohanes Kuayo/MS)


    By : FAMKP

    NATAL PUNCAK JAYA DAN PUNCAK PAPUA TERPISAH


    Nyomans Uchu28 Oktober 0:15
    NATAL PUNCAK JAYA DAN PUNCAK PAPUA TERPISAH
    Kami dari panitia natal se-jawa dan bali ikatan pelajar dan mahasiswa puncak jaya korwil surabaya-malang, menyampaikan mohon maaf kepada teman-teman. Karena natal untuk tahun ini puncak jaya dan puncak papua terpisah di sebabkan karena teman-teman puncak papua membentuk panitia natal sendiri tidak pernah memberitahu kami.
    Karena kami mengetahui masalah itu sampai kami mahsiswa puncak jaya sby-mlg tidak dihargai karena kami adalah ibu dari pada puncak papua/kabupaten induk. Namun mereka tidak pernah memberitahukan pada kami dan kami mendengar bahwa mereka sudah membentuk panitia natal. Padahal kami sudah memberitahukan pada mereka bahwa kapan kita bentuk panitia namun kenyataan yang terjadi seperti itu akhirnya kami dari puncak jaya sby-mlg dari belakang baru bentuk panitia.
    Kami tidak puas maka dari itu kami mengeluarkan surat undangan FORUM ipmapuja sejawa timur, kami melaksanakan forum di sekertariatan Lanny jaya baratang surabaya 13 maret 2011. Kami kelurkan undangan ke seluruh mahasiswa papua yang ada di jawa timur untuk meluruskan masalah.
    Namun pada forum itu mereka tetap bertahan dengan melaksanakan natal sendiri, karena itu keputusan dari BPH bayangan puncak papua. Mereka mengatakan seperti itu dan seluruh mahasiswa papua sejawa timur yang hadir di forum itu menyaksikannya. Walaupun aturan dalam organisasi melenceng keluar namun mereka tetap pada pendirianya maka kami mengalah dan menyetuyuhi natal terpisah.
    Kami bertahan waktu itu karena keputusan kami di bandung dalam natal 2010 pada saat terimah kepala babi teman-teman dari puncak papua mengatakan natal gabung namun sampai di surabaya, mereka membentuk panitia sendiri dan ingin natal sendiri. Karena menurut mereka ini adalah proses belajar dan sudah keputusan BPH bayangan puncak papua. Pada akhirnya kami bentuk panitia natal ipmapuja dari belakang.Dengan alasan itu kami tahun ini dan seterusnya akan natal berpisah.
    Terima kasih atas perahtian anda smoga tuhan memberkati kita semua.
    Wawawawawawawawa yabu eruwook.
    “Belajar sekarang untuk hari esok yang lebih baik, klu bukan sekarang kapan lagi???.”

    Polisi Tangkap Daniel Kogoya dan 22 Pengikutnya

    Polisi Tangkap Daniel Kogoya
    dan 22 Pengikutnya



    Aksi penangkapan ini mendapat perlawanan dari Daniel Kogoya, sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan ke kaki tersangka berbagai aksi teror yang menewaskan dan melukai aparat keamanan dan sejumlah warga sekitar bulan Mei lalu itu. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Yohannes Nugroho kepada Antara, Senin mengakui, DK yang merupakan salah satu buronan yang paling dicari itu terpaksa dioperasi dengan cara mengamputasi kaki kanannya akibat luka tembak yang dideritanya.JAYAPURA (Suara Karya): Daniel Kogoya (DK), salah satu tersangka berbagai kasus aksi teror yang terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya sekitar Mei 2012, ditangkap tim gabungan Polda Papua dan Polresta Jayapura, Minggu (2/9) tengah malam sekitar pukul 23.30 WIT.


    Walau pun demikian saat ini kondisi yang bersangkutan sudah stabil dan dirawat di ruang khusus di RS Bhayangkara dengan pengawalan ketat anggota Brimob Polda Papua.Dikatakan, dari laporan yang diterima, operasi itu harus dilakukan karena luka tembak yang diderita DK saat dilakukan penangkapan di salah satu hotel di kawasan Entrop Kodya Jayapura.


    Saat tim gabungan Polda Papua, dan Polres Jayapura melakukan penangkapan yang bersangkutan (DK) berusaha melarikan diri. Bahkan salah seorang rekannya berupaya menyerang anggota dengan menggunakan senjata tajam sehingga DK ditembak dan terkena kaki sebelah kanan. Tim gabungan berhasil menangkap DK saat yang bersangkutan bersama beberapa rekannya berada di satu hotel yang ada di kawasan Entrop. Saat identitasnya sudah dipastikan kemudian dilakukan penggerebekan, namun mereka berupaya melarikan diri dengan menyerang polisi menggunakan senjata tajam.


    Menurutnya, selain menangkap Daniel Kogoya, pihaknya juga mengamankan dua orang rekannya yakni Petrus Jikwa dan Sony Kosay serta mengamankan satu sangkur yang dibawa Sony Kosay. Kedua rekan Dani Kogoya itu saat ini masih ditahan untuk dimintai keterangannya di Polresta Jayapura.
    Terkait penangkapan itu, Tim gabungan Polda Papua dan Polresta Jayapura saat ini mengamankan 22 warga sipil yang diduga merupakan anggota dari kelompok Dani Kogoya. Kombes Pol Yohannes Nugroho membenarkan ke- 22 warga yang diamankan itu ditangkap dirumah dikawasan BTN Puskopad Kamkey Abepura, yang diduga selama ini menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut. Dari 22 warga sipil terdapat empat orang diantaranya yang masuk dalam daftar DPO (daftar pencaharian orang) yakni Nabi Jikwa, Krema Jikwa, Lambertus Siep dan Tandius Kogoya.


    Menurut Kombes Yohannes Nugroho, dari keempat orang yang masuk dalam DPO itu, satu orang di antaranya berstatus sebagai mahasiwa Unima, yakni Lambertus Siep (23) yang bertugas sebagai informan bagi media Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Selain menggamankan 22 warga sipil, kata Kabid Humas Polda Papua, maka tim juga mengamankan puluhan anak panah dengan tiga busur serta tiga buah parang. Kelompok Dani Kogoya diduga menjadi pelaku sejumlah aksi penembakan terutama yang terjadi disekitar perbatasan RI- Papua Nugini (PNG) terutama di ruas jalan yang melintasi kawasan Kampung Nafri 1 Agustus 2011 lalu yang menewaskan satu anggota TNI dan dua warga sipil. Selain itu, Dani Kogoya juga diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap WN Jerman Pieter Dietmer di pantai Base G, 29 Mei 2012 lalu, bersama Mako Tabuni, serta penembakan dan pembakaran mobil di kawasan tempat pemakaman umum (TPU) Waena, Kodya Jayapura. (Antara/Dwi Putro AA)

    PANITIA PERAYAAN NATAL DAN SEMINAR BERSAMA IKATAN KELUARGA BESAR PELAJAR DAN MAHASISWA PUNCAK JAYA ( IPMAPUJA ) SE- JAWA DAN BALI 2011/2012

    PANITIA PERAYAAN NATAL DAN SEMINAR BERSAMA IKATAN KELUARGA BESAR PELAJAR DAN MAHASISWA PUNCAK JAYA ( IPMAPUJA ) SE- JAWA DAN BALI 2011/2012

    Nomor : 004/PP-NB/Se-JB/ 11
    Sifat : Khusus
    Perihal : Undangan Pendaftaran team turnamen
    “BRAVO OLAHRAGA”
    Salam Fair Play
    Berhubung dengan perayaan hari natal 25 dan menyongsong tahun baru 2011, maka kami dari generasi penerus kabupaten Puncak Jaya yang berdomisili di Tanah Jawa dan Bali (IPMAPUA Se-Jawa Bali) berinisiatif untuk merayakan moment ini dengan menyelengarakan beberapa kegiatan; diantaranya adalah turnamen sepak bola untuk team putra dan, futsal untuk team putri. Kegiatan tersebut akan di adakan di kota Malang-Jawa Timur, karenanya kami dari panitia penyelenggara natal, membuka pendaftaran yang seluas luasnya kepada seluruh team sepak bola semua kota study se-jawa dan bali;
    Kami sangat berharap partisipasi seluruh teman-teman dari penguyuban asal Puncak Jaya untuk menyuseskan kegiatan ini. Kegiatan ini bukan hanya menawarkan hadiah yang fantastis namun kami (IPAMAPUJA Korwil Malang Raya Sebaigai PANPEL) mengharapkan terbinanya hubungan yang baik (Positif) ─ mengingat daerah kami yang sering dianggap sebagai wilayanya Ekstrimis.
    Demikian undangan kami, atas partisipasi dan perhatian dari seluruh stakeholder yang akan terlibat dalam kegiatan ini, kami dari panitia dan seluruh anggoata IPMAPUJA Se-Jawa Bali menyampaikan terimakasih.
    Tuhan Memberkati!
    Hormat kami:

    Ketua Panitia Natal
    Uchu Yoman SH

    Kabar Terkini Generasi Penerus Papua Merdeka

    Kabar Terkini Generasi Penerus Papua Merdeka


    Posted: 17 Dec 2011 01:50 AM PST
    Heli ditembak saat terbang pada ketinggian 600 kaki, mengangkut 25 karyawan Freeport. VIVAnews - Helikopter milik PT Freeport Indonesia diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, di Timika, Papua, Sabtu 17 Desember 2011. Heli itu ditembaki saat terbang dari Tembagapura menuju Timika. ''Heli ditembak saat terbang pada ketinggian 600 kaki dan saat itu sedang mengangkut 25 karyawan Freeport
    Posted: 17 Dec 2011 12:25 AM PST
     Laporan dari Indonesia menguasai Papua Barat menunjukkan bahwa ribuan penduduk desa di Paniai sedang mengalami pengepungan militer yang melibatkan penghancuran menghebohkan dan kekerasan. Rumah telah dibakar dan dihancurkan desa-desa, sementara helikopter dikatakan menembaki desa-desa. Ada laporan kematian, evakuasi paksa dan pemindahan ribuan orang.  This publihed:http://
    Posted: 16 Dec 2011 11:56 PM PST
    Rev. Dr. Phil Erari (Foto: Ist PAPUAN, Jakarta --- Rev. Dr. Phil Erari, mantan ketua Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melaporkan bahwa, Jumat (16/12) tadi malam, beberapa pimpinan gereja dari Papua dan Papua Barat telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang di mediasi oleh PGI di Jakarta. Maksud pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan akar masalah di

    Asrama dan Kos Mahasiswa Papua Digeledah Oknum TNI

    Asrama dan Kos Mahasiswa Papua Digeledah Oknum TNI

    INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah kos dan asrama mahasiswa yang berasal dari Papua di kampus Jawa dan Bali dikabarkan digeledah oleh oknum aparat gabungan TNI dan Polri selama dua hari terakhir ini.
    Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang aktivis mahasiswa dari Papua, Ismail Asso. Dia mengatakan mendapat informasi bahwa selama dua hari terakhir ini sejumah kos dan asrama yang diisi oleh mahasiswa dari Papua digeledah oleh aparat gabungan TNI/Polri.
    "Dalam dua hari terakhir ini digeledah dan diintimidasi aparat gabungan, yang diduga TNI dan Polri," katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (10/11/2011).
    Dia menyebutkan di beberapa titik sentral kos dan asrama mahasiswa Papua di Jakarta juga mengalami perlakuan serupa seperti di daerah Lenteng Agung dan Pasar Minggu. "Kawan-kawan ketakutan, sekarang merapat di satu tempat untuk menghindari penggeledahan oleh aparat TNI/Polri," tambahnya.
    Asso tidak menginformasikan mengapa aparat TNI dan Polri melakukan penggeledahan ke kos dan asrama mahasiswa Papua di Jawa dan Bali. Namun bisa saja penggeledahan ini terkait dengan suasana yang memanas di Bumi Cenderawasih.[bay]

     

    JADWAL NATAL IPMAPUJA MALANG

    Saya selaku panitia perayaan natal dan tahun baru ikatan pelajar dan mahasiswa puncak jaya (IPMAPUJA) se-jawa dan Bali, memberitahukan bahwa natal akan diadakan karena panitia sudah memastikan semuanya, waalaupun tidak terlalu istimea. Perayaan natal tepatnya diadakan di kota studi malangraya. Yaitu karangkates 28 desember 2011 sampai dengan 01 januari 2012.
    Diharapkan teman-teman datang tanggal 26-27 sehingga tanggal 28 kita masuk di tempat yang telah panitia sediakan. Adapun kegiatan yang panitia selenggarakan diantaranya adalah sebagai berikut:
    Ø  Perayaan ibadah natal dan tahun baru.
    Ø  Seminar
    Ø    Bola kaki putra dan volly putri, setiap korwil yang merebutkan piala “Natal Ipmapuja se-Jawa dan Bali cup I”. Piala ini bersifat piala bergilir.
    Ø  Dan hiburan lainya
    Untuk biaya pendaftaran sendiri adalah sebagai berikut ;
    1.      1.  Bola kaki putra Rp; 250.000.00
    2.      2.  Volley putri Rp ; 200.000.00.-
    Sekian informasi dari kami panitia, semoga bermamfaat bagi anda semua. Dan terima kasih atas perahtian anda, tuhan yesus memberkati.

    INFO RAPAT PANITIA NATAL 2011/2012 DI SBY

    RADAR IPMAPUJA MALANGRAYA.
    BESOK TERAKHIR KALINYA KITA PANITIA NATAL KUMPUL DI SURABAYA UNTUK DOA BERSAMA SEBELUM MENJALANKAN KEGIATAN YANG LEBIH SERIUS. SETELAH DOA DI SEKERTARIAT INDUK HARI SABTU. SETELAH ITU BARU KAMI PINDAH KE KOTA MALANGRAYA UNTUK MELAKUKAN PERSIAPAN KEGIATAN NATAL. ADE-ADE YANG MASIH UJIAN TETAP UJIAN TIDAK DI PAKSAKAN HADIR. YANG TIDAK SILAKAN MERAPAT, KE JETIS KULON SEKERTARIATAN PUNCAK JAYA SURABAYA.
    TERIMA KASIH WA...WA...WA.... SALAM KOMPAK IPMAPUJA TUHAN MEMBERKATI.
    Info Natal 2011/2012 Di SBY

    Daerahnya Bergolak, Gubenur Akan Panggil Enembe dan Klemen Tinal


    Jumat, 28 Oktober 2011 00:59
    JAYAPURA -  Dua daerah yang selama ini  terus bergolak, yaitu Kabupaten Mimika dan Puncak Jaya, membuat Plt  Gubernur  berencana dalam waktu dekat akan memanggil kedua bupati di dua daerah itu guna membahas situasi sedang terjadi.
    Mereka yang akan dipanggil adalah, Bupati Puncak  Jaya Lukas Enembe S.Ip dan Bupati Mimika Klemen Tinal. Termasuk juga Bupati Puncak.
    “Tiga bupati itu adalah Bupati Mimika, Bupati Puncak Jaya dan Bupati Puncak,” kata Syamsul Arief Rivai, di Jayapura, Papua Kamis.
    Dia menjelaskan,  pemanggilan ketiga bupati tersebut adalah untuk mempertanyakan langsung bagaimana cara mereka melakukan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat di tempat tugas masing-masing. Pemanggilan ini sangat perlu, mengingat persoalan yang terjadi di tiga kabupaten itu sudah sangat meresahkan dan memakan banyak korban.
    “Walaupun ada orang tidak suka, tetapi jika dilakukan pendekatan tentunya masalah tersebut akan selesai,” ujarnya.
    Ketika ditanya apakah konflik yang terjadi di tiga kabupaten itu ada kaitannya dengan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlangsung, tegas Syamsul, hal tersebut tidak dapat dibenarkan.
    Namun, apabila seorang kepala daerah tidak mampu mengurus daerah atau rakyatnya, secara otomatis masyarakatnya akan menilai buruk kepemimpinan mereka, ini tidak boleh terjadi.
    “Semakin sejahtera rakyat di daerahnya, secara nasional rakyat akan memberi penilaian yang baik pula,” tandasnya.
    Menyinggung soal gejolak yang terus terjadi di Kabupaten Puncak Jaya pasca tertembaknya seorang polisi, ujarnya, permasalahan ini harus segera diselesaikan. Siapapun pelakukanya harus ditangkap.
    “Pelaku penembakan polisi secara hukum pasti akan dicari, jangankan di Puncak Jaya, jika hal itu terjadi di Jakarta, pelakuknya pasti diuber,” katanya.
    Karena pencarian itu, membuat situasi terlihat semakin memanas, padahal itu adalah konsekuensi adanya kegiatan kriminal di daerah tersebut sehingga dilakukan pencarian terhadap pelaku penembakan, ujarnya.
    Dia mengatakan, meskipun ada timbul gejolak di beberapa daerah, kondisi Papua secara umum tetap aman. Inilah yang harus diketahui dunia luar, jangan karena ada kejadian disatu daerah Papua dibilang tidak aman, itu tidak benar.
    “Pemahaman ini harus diubah, wilayah Papua luasnya tiga kali lipat dari Pulau Jawa, sehingga kalau ada gejolak di satu daerah tidak ada pengaruhnya ke daerah lain,” tukasnya.
    Gubernur Syamsul Arief Rivai menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di daerah lain serta tetap menciptakan suasana tentram. “Saya himbau agar masyarakat tetap tenang, dan berusaha untuk tentram jika ada sesuatu yang tersumbat mari kita diskusi untuk mencari jalan keluarnya. Untuk itu, mari tetap membuka diri,” katanya. (ant/don/L03)

    ZAMAN MODERN MERUSAK REGENERASI.


    Di dunia zaman ini jumlah perempuan/wanita lebih banyak dari pda laki-laki/ pria. anak muda sekarang rata-rata tidak lagi utuh, tapi sebagian besar sudah mengenal hal-hal yang tidak sepantasnya yang harus mereka ketahui. pengaruh zaman membuat anak sekarang semakin pintar dan rasa keingin tauan mereka lebih tinggi. terpengaruh dalam dunia pergaulan bebas membuat anak-anak sekarang jarang mendengarkan nasehat orangtua dan sebagainya.

    Keingin tauan anak-anak membuat mereka mengenal segala hal yang baik maupun buruk. di kalangan mahasiswa sendiri, khusunya mahasiswa papua, mahasiswa papua jaman sekarang ini sangat berbahaya dan menuju ke hal-hal yang akan membuat mereka menderita.KENYATAN YANG TERJADI SEKARANG: pacar gonta- ganti seperti bayu, namun berpacaran langsung berhubungan badan yang tidak layak dilakukan oleh orang yang belum ada ikatan perkawinan.tapi semua hal ini telah dilakukan, apakah mereka tidak memikirkan rumah tangga yang akan mereka bangun nanti???, klu memang sudah berpikir matang-matang baru melakukan tidak papa, saya hanya takut anak salah melangkah karena penderitaan selalu ada di belakang. apalagi kita sebagai mahasiswa jangan kita bertingka seperti bayi, karena kita bisa berpikir, jangan kita di pengaruhi oleh nafsu dan akhirnya merusak masa depan saudara-saudara kita sendiri.

    Untuk kalian yang wanita kalau pacaran itu yang benar dan pacaran yang standart, jangan terlalu mudah membuka paha buat lawan, karena tidak mungkin anda akan hidup sama diam karena jodoh di tentukan oleh tuhan. jangan mempermainkan laki-laki karena kamu akan mendapatkan  karmanaya. untuk laki-laki jangan meruasak masa depan wanita karena belum pasti kamu akan menikahinya.dan yang sudah kawin jangan bermata dua tapi coba hargailah orang yang hidup bersamamu, karena dialah orang yang menafkahimu. dan buat kalian yang masih ade-ade jangan terlalu memaksakan untuk dewasa karena itu akan sangat merugikan bagi kalian sendiri. kita mahasiswa papua perlu punya etika yang baik, agar kita bisa saling menghargai satu sama lainya.
    smoga goresan ini bermamfaat buat anda-anda sekalian karena zaman modern ini akan membawa kita kepada kehancuran.
                                                                                                        uchu nelly yoman

    GORESAN IPMAPUJA


    K’NAPA STATUS SAYA SEBAGAI MAHASISWA HARUS  DI PERTANYAKAN???.
     Suatu cerita atau kisah dari anak- anak mahasiswa asal puncak jaya kota study surabaya – malang, yang ingin kita bagikan ke teman-teman dalam goresan ini. Singkat cerita ;
    Kita di tanah perantauan ini karena suatu tujuan yang ingin kita capai, kalau tidak ada tujuan maka tidak mungkin kita ada di tanah rantauan ini. Banyak orang yang datang dengan tujuan yang sama namun pilih kota untuk menuntun ilmu tidak selalu satu tempat, kita selalu pilih kota yang cocok untuk kita tinggal dengan apa yang di gerakkan hati kecil kita. Semua orang yang bisa terpandang, dan yang gagah kaya dan  yang berada memilih kota yang baik namun orang-orang  yang tak punya, kakinya pendek tidak bisa melangkah lebih jauh, karena tidak bisa berjalan jauh akhirnya menyerah dan  mereka tinggal di pintu masuk kota jawa.
    Teman – teman tahu semua kota surabaya merupakan pelabuhan utama dari indonesia timur menuju pulau jawa. Semua orang datang  dan pergi, dan yang datang memilih kota yang cocok buat mereka. Namun Kami yang kakinya pendek dan tidak bisa berjalan jauh karena ketinggalan kereta ataupun ketinggalan bus akhirnya menetap di kota surabaya dan malang. Jumlahnya tidak begitu banyak seperti teman- teman di kota studi lainya, kami hanyalah sedikit orang dan bisa di hitung dengan jari.
    Kami tahu dari daerah kita puncak jaya keluar setiap orang punya tujuan dan impian, seperti itu juga kami. Dan kami tidak pernah datang kompak namun kami datang dengan sendiri-sendiri. Sampai di kota surabaya atau malang ini baru kami bisa mengenal segalanya. Dan kami bisa di panggil dengan sebutan mahasiswa.  Di kota ini juga kami bisa mengetahui adanya sisa-sisa orang-orang seperti kami yang lebih dahulu berlabuh disini karena tidak mampu melanjutkan perjalanan. Di sinilah kita bergabung dan kita mengetahui adanya ikatan di antara mereka yaitu di sebut dengan (IPMAPUJA) atau ikatan pelajar dan mahasiswa puncak jaya, Yang tersebar di pulau jawa dan bali ini, Dan apa saja kegiatanya. Kami bersyukur karena kami bisa hidup disinih walaupun jumlah kami hanya sedikit. Kami di kota studi surabaya malang memiliki suatu ikatan yang di sebut dengan Korwil surabaya malang, walau kami sedikit orang namun kami selalu kompak, kami kompak karena kami orang tak punya apa-apa dn hidupnya apa adanya. Kami adalah para mahasiswa yang latar belakangya minim hampir sama/sederajat semua. 
    Hari terus berlalu, waktupun terus berjalan dan tahun pun berganti dan musim pun terus berlalu, lambat laun kami bisa mengetahui kegiatan – kegiatan yang sering diadakan oleh ikatan mahasiswa puncak jaya atau yang di sebut dengan IPMAPUJA Se- Jawa dan Bali.
    Pada suatu kesempatan di sekertariat tiba – tiba ada surat dari IPMAPUJA yang di antar oleh pihak  kantor pos ke rumah/sekertariat, dan  kasih surat yang ada dalam amplop coklat masih dalam segel itu. Pada pagi menjelang siang itu kami membuka ternyata surat itu isinya merupakan surat undangan pemberitahuan  untuk Natal gabungan IPMAPUJA Se-jawa dan Bali dari suatu kota studi di  tanah jawa ini. Dan kamipun semangat dan memberitahukanya ke seluruh anggota ipmapuja yang ada di kota studi surabaya-malang tentang maksud dari pada surat undangan tersebut.
    Teman- teman pun semangat untuk mengikut acara natal tersebut. Dan kami anggota mahasiswa puncak jaya dari kota study surabaya-malang pun pergi ke undangan natal tersebut sesuai dengan intruksi yang ada dalam surat itu.  Kami dari surabaya malang adalah hampir seluruhnya sama atau sering di sebut dengan satu potongan, dari fisiknya maupun postur tubuhnya hampir semua merata dan  susah untuk membedahkan mana yang junior dan mana yang senior. Di acara tersebut kami menjumpai banyak teman-teman dari berbagai kota study se-jawa dan bali berkumpul disitu.  Dan di situ kami selalu jalan kompak dan selalu bercanda, makanya ada teman- teman kami dari kota study lainya yang ada di situ mengatakan bahwa kota study surabaya- malang ini yang datang sebenarnya “pelajar atau mahasiswa????”. Disitulah status kami sebagai mahasiswa harus di pertanyakan, dan kami sendiri yang mendengarnya. Kami mendengar perkataan itu hati ini terluka dan teriris, Rasanya sedih dan hati ini menanggis mendenggar perkataan seperti itu tapi apalah daya kita untuk menepis semua itu karena itu kenyataan yang mereka lihat dan mereka  mengatakanya. Kami terima dengan lapan dada dan pulang karena kami sadar bahwa kami bukanlah mahasiswa seperti  teman-teman kami. Tapi kami sebagai pelajar yang ingin di sebut  juga sebagai mahasiswa atau sering orang sebut dengan (mau-mau).
    Mahasiswa surabaya-malang merupakan mahasiswa yang tidak jelas statusnya??, karena memang seperti itu adanya. Kami sampaikan terima kasih buat teman-teman yang memberikan teguran agar kami bisa mengerti. Walaupun dikota studi kami, kami di sebut dengan sebutan mahasiswa namun di ikatan kami dikatakan sebagai pelajar. Walaupun bagi kami dari mahasiswa puncak jaya kota studi surabaya-malang punya prinsip seperti teman-teman lainya. Bagi kami mahasiswa surabaya-malang,tidak pernah mengukur dari fisik orang, mental orang ataupun vocal orang. Karena semua itu tidak menjadi ukuran buat kita, yang lebih penting buat kita itu adalah ilmunya orang. Makanya kita diharapkan belajar sungguh-sungguh agar bisa merubah puncak jaya ke depan. Bagaimana cara kita  belajar semuanya tergantung pada diri kita. Mungkin dalam goresan ini kami katakan dengan terbuka bahwa kami anak-anak kecil, pelajar bukan mahasiswa yang tahu segalanya. jadi apapun kegiatan ipmapuja yang di percayakan pada kami apabila tidak berjalan sesuai dengan kemauan teman-teman maka, jangan pernah kecewa karena itu merupakan kegiatan yang dilakukan anak-anak kecil/pelajar bukan kegiatan seorang mahasiswa yang maha tahu.

    K’NAPA STATUS SAYA SEBAGAI MAHASISWA HARUS DI PERTANYAKAN???.


    K’NAPA STATUS SAYA SEBAGAI MAHASISWA HARUS  DI PERTANYAKAN oleh TEMAN SATU IKATAN (IPMAPUJA) SENDIRI???.BIARLAH AKU PELAJAR DAN KAU YANG MAHASISWA???
     Suatu cerita atau kisah dari anak- anak mahasiswa asal puncak jaya kota study surabaya – malang, yang ingin kita bagikan ke teman-teman dalam goresan ini. Singkat cerita ;
    Kita di tanah perantauan ini karena suatu tujuan yang ingin kita capai, kalau tidak ada tujuan maka tidak mungkin kita ada di tanah rantauan ini. Banyak orang yang datang dengan tujuan yang sama namun pilih kota untuk menuntun ilmu tidak selalu satu tempat, kita selalu pilih kota yang cocok untuk kita tinggal dengan apa yang di gerakkan hati kecil kita. Semua orang yang bisa terpandang, dan yang gagah kaya dan  yang berada memilih kota yang baik namun orang-orang  yang tak punya, kakinya pendek tidak bisa melangkah lebih jauh, karena tidak bisa berjalan jauh akhirnya menyerah dan  mereka tinggal di pintu masuk kota jawa.
    Teman – teman tahu semua kota surabaya merupakan pelabuhan utama dari indonesia timur menuju pulau jawa. Semua orang datang  dan pergi, dan yang datang memilih kota yang cocok buat mereka. Namun Kami yang kakinya pendek dan tidak bisa berjalan jauh karena ketinggalan kereta ataupun ketinggalan bus akhirnya menetap di kota surabaya dan malang. Jumlahnya tidak begitu banyak seperti teman- teman di kota studi lainya, kami hanyalah sedikit orang dan bisa di hitung dengan jari.
    Kami tahu dari daerah kita puncak jaya keluar setiap orang punya tujuan dan impian, seperti itu juga kami. Dan kami tidak pernah datang kompak namun kami datang dengan sendiri-sendiri. Sampai di kota surabaya atau malang ini baru kami bisa mengenal segalanya. Dan kami bisa di panggil dengan sebutan mahasiswa.  Di kota ini juga kami bisa mengetahui adanya sisa-sisa orang-orang seperti kami yang lebih dahulu berlabuh disini karena tidak mampu melanjutkan perjalanan. Di sinilah kita bergabung dan kita mengetahui adanya ikatan di antara mereka yaitu di sebut dengan (IPMAPUJA) atau ikatan pelajar dan mahasiswa puncak jaya, Yang tersebar di pulau jawa dan bali ini, Dan apa saja kegiatanya. Kami bersyukur karena kami bisa hidup disinih walaupun jumlah kami hanya sedikit. Kami di kota studi surabaya malang memiliki suatu ikatan yang di sebut dengan Korwil surabaya malang, walau kami sedikit orang namun kami selalu kompak, kami kompak karena kami orang tak punya apa-apa dn hidupnya apa adanya. Kami adalah para mahasiswa yang latar belakangya minim hampir sama/sederajat semua. 
    Hari terus berlalu, waktupun terus berjalan dan tahun pun berganti dan musim pun terus berlalu, lambat laun kami bisa mengetahui kegiatan – kegiatan yang sering diadakan oleh ikatan mahasiswa puncak jaya atau yang di sebut dengan IPMAPUJA Se- Jawa dan Bali.
    Pada suatu kesempatan di sekertariat tiba – tiba ada surat dari IPMAPUJA yang di antar oleh pihak  kantor pos ke rumah/sekertariat, dan  kasih surat yang ada dalam amplop coklat masih dalam segel itu. Pada pagi menjelang siang itu kami membuka ternyata surat itu isinya merupakan surat undangan pemberitahuan  untuk Natal gabungan IPMAPUJA Se-jawa dan Bali dari suatu kota studi di  tanah jawa ini. Dan kamipun semangat dan memberitahukanya ke seluruh anggota ipmapuja yang ada di kota studi surabaya-malang tentang maksud dari pada surat undangan tersebut.
    Teman- teman pun semangat untuk mengikut acara natal tersebut. Dan kami anggota mahasiswa puncak jaya dari kota study surabaya-malang pun pergi ke undangan natal tersebut sesuai dengan intruksi yang ada dalam surat itu.  Kami dari surabaya malang adalah hampir seluruhnya sama atau sering di sebut dengan satu potongan, dari fisiknya maupun postur tubuhnya hampir semua merata dan  susah untuk membedahkan mana yang junior dan mana yang senior. Di acara tersebut kami menjumpai banyak teman-teman dari berbagai kota study se-jawa dan bali berkumpul disitu.  Dan di situ kami selalu jalan kompak dan selalu bercanda, makanya ada teman- teman kami dari kota study lainya yang ada di situ mengatakan bahwa kota study surabaya- malang ini yang datang sebenarnya “pelajar atau mahasiswa????”. Disitulah status kami sebagai mahasiswa harus di pertanyakan, dan kami sendiri yang mendengarnya. Kami mendengar perkataan itu hati ini terluka dan teriris, Rasanya sedih dan hati ini menanggis mendenggar perkataan seperti itu tapi apalah daya kita untuk menepis semua itu karena itu kenyataan yang mereka lihat dan mereka  mengatakanya. Kami terima dengan lapan dada dan pulang karena kami sadar bahwa kami bukanlah mahasiswa seperti  teman-teman kami. Tapi kami sebagai pelajar yang ingin di sebut  juga sebagai mahasiswa atau sering orang sebut dengan (mau-mau).
    Mahasiswa surabaya-malang merupakan mahasiswa yang tidak jelas statusnya??, karena memang seperti itu adanya. Kami sampaikan terima kasih buat teman-teman yang memberikan teguran agar kami bisa mengerti. Walaupun dikota studi kami, kami di sebut dengan sebutan mahasiswa namun di ikatan kami dikatakan sebagai pelajar. Walaupun bagi kami dari mahasiswa puncak jaya kota studi surabaya-malang punya prinsip seperti teman-teman lainya. Bagi kami mahasiswa surabaya-malang,tidak pernah mengukur dari fisik orang, mental orang ataupun vocal orang. Karena semua itu tidak menjadi ukuran buat kita, yang lebih penting buat kita itu adalah ilmunya orang. Makanya kita diharapkan belajar sungguh-sungguh agar bisa merubah puncak jaya ke depan. Bagaimana cara kita  belajar semuanya tergantung pada diri kita. Mungkin dalam goresan ini kami katakan dengan terbuka bahwa kami anak-anak kecil, pelajar bukan mahasiswa yang tahu segalanya. jadi apapun kegiatan ipmapuja yang di percayakan pada kami apabila tidak berjalan sesuai dengan kemauan teman-teman maka, jangan pernah kecewa karena itu merupakan kegiatan yang dilakukan anak-anak kecil/pelajar bukan kegiatan seorang mahasiswa yang maha tahu.

    PENDATAAN MAHASISWA BARU ASAL PUNCAK JAYA KOTA STUDY MALANG RAYA

    Ketua kordinator wilayah malang raya mengeluarkan undangan rapat, dengan agenda pengenalan mahasiswa baru dan sekalian pendatan mahasiswa baru yang belangsung pada sabtu minggu lalu itu sudah ada mahasiswa mahasiswi asal puncak jaya yang datang menuntun ilmu di kota malang hadir sekitar 9 orang. dan kami sudah mendata mereka namun masih ada yan belum mengisi formulir atau biodata yang kami bagikan maupun belum dapat biodata di harapkan segera kesekertariat untuk mengambil biodata/formulir agar bisa kita urus dan kita mengetahui, jumlah mahasiswa/i yang datang  dan ada di kota studi malangraya.

    karena formulir ini yang akan kami kirim sebagai proposal bantuan behasiswa apabila kalian tidak dapat dan mengabaikan informasi ini maka dengan tegas  pengurus memberitahukan bahwa pengurus tidak salah dalam hal ini. tapi yang salah adalah diri kamu sendiri yang tidak mau kumpul atau datang ambil data jadi jangan salahkan pengurus apabila di kemudian hari nama kalian tidak keluar sebagai peserta behasiswa dari pemda puncak jaya.

    dalam  dua minggu ke depan ini kami mau kirim pendataan maba angkatan 2011-2012  ke pemerintah daerah kabupaten puncak jaya, sekalian dengan mengayukan bantuan behasiswa agar nama-nama ini mereka bisa mendapatkan behasiswa dari pemda kabupaten puncak jaya. sekian dan terimah kasih.
    TABEL DI BAWAH INI MERUPAKAN NAMA-NAMA MAHASISWA YANG SUDAH KAMI DATA.

    NAMA-NAMA MAHASISWA BARU TAHUN ANGKATAN 2011-2012 KOTA STUDI MALANG RAYA
    No
    Nama
    Tempat & Tanggal Lahir
    Jur/fak
    Universitas
    Alamat
    01.
    Nelson y. yoman
    Mulia,28/12/1993
    ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK/ILMU KOMUNIKASI
    UNIVERSITAS MERDEKA MALANG.
    JL.DANAU SENTANI SAWOJAJAR MALANG
    02.
    BALINGGA WANDIKBO
    KOSILY,03/08/1990
    TEKNIK ELEKTRO
    UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
    JL.RAYA CANDI III.MALANG
    03.
    MELODY YOMAN
    WAMENA,19/09/1993
    PETERNAKAN
    UNIV. KANJURUHAN MALANG
    JANTI GANG III SUKUN MALANG
    04.
    IRIKI WONDA
    NIOGA,17/05/1992
    ILMU HUKUM
    UNIV. KANJURUHAN MALANG
    JANTI GANG III SUKUN MALANG
    05.
    LENDIUS WANIMBO
    KALOME,12/12/1987
    PETERNAKAN
    UNIV. KANJURUHAN MALANG
    JANTI GANG III SUKUN MALANG
    06.
    HERMAN WANIMBO
    KALOME,05/04/1994
    EKONOMI,MANAJEMEN
    UNIV. KANJURUHAN MALANG
    JANTI GANG III SUKUN MALANG
    07.
    ELSON S.YOMAN
    MULIA,06/08/1993
    BHS DAN SASTRA INDONESIA
    UNIV. KANJURUHAN MALANG
    JL.DANAU SENTANI SAWOJAJAR MALANG
    08.
    YATIN WONDA
    MILINGGAME,10/05/1988
    BHS DAN SASTRA INDONESIA
    UNIV. PARUL ULUM  MALANG
    JL.DANAU SENTANI SAWOJAJAR MALANG

    Nama – nama mahasiswa baru tahun angkatan 2011-2012, asal kabupaten puncak jaya kota study malang raya. Semuanya berjumlah 8 orang. Demikian surat biodata kami ajukan dan yang terlampir sebagai berikut.
    Malang,16 oktober 2011.
    KORDINATOR WILAYAH MALANG RAYA

    UCHU NELLY YOMAN SH.
     
     photo MISS_GHANA_BOOT_CAMP_Naijapalsdotcom_zps5ddf8c77.jpg
     photo NewPicture7_zps016b21bf.png