Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
IPMAPUJA News And Media. Diberdayakan oleh Blogger.

    Life Style

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
    Tampilkan postingan dengan label Puncak Jaya Post. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Puncak Jaya Post. Tampilkan semua postingan

    Tentara Papua Merdeka Ingin Mengamankan Freeport

    Tentara Papua Merdeka Ingin Mengamankan Freeport

    Rabu, 26 Oktober 2011 16:15 WIB
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tentara Pembebasan Papua Merdeka (TPM) ingin dilibatkan dalam pengamanan Freeport, karena ingin diakui keberadaannya.

    Selama ini pengamanan hanya didominasi TNI-Polri. "TNI-Polri bisa berdialog dengan mereka," ujar Anggota DPD Papua, Paulus Yohanes Sumino, saat dihubungi, Rabu (26/10).

    Mereka merasa iri, kenapa selama ini mereka tidak dilibatkan. Paulus menilai TPM hanya ingin menunjukkan kebolehannya dalam menjaga keamanan perusahaan tambang emas itu.

    Namun demikian, Paulus menyatakan TPM sulit untuk terlibat langsung dalam pengamanan, karena Undang-Undang melarang. Pengamanan obyek vital hanya bisa dilakukan TNI-Polri. Ketiga pihak perlu berunding bersama untuk mengetahui apa yang diinginkan.

    Paulus menilai keinginan TPM untuk terlibat pengamanan Freeport mengandung kepentingan politik. "Pemerintah harus menyediakan wadah agar aspirasi mereka tersalurkan," sarannya.

    Pemerintah bisa mencontoh penyelesaian konflik antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Setelah GAM menyerah, pemerintah menyediakan wadah berpolitik dengan didirikannya partai GAM. Aspirasi mereka untuk berpolitik akhirnya dapat tersalurkan.

    Puncak Jaya Post - Harian Perama dan Terbesar di Papua

    "BERITA UTAMA HARI INI"

    BANGSA MELANESIA YANG MENDIAMI TANAH KONVERGEN (WEST PAPUA & PAPUA NEW GUINEA) SAAT INI TELAH KEHILANGAN JATIDIRINYA  AKIBAT PEMBERIAN NAMA OLEH BANGSA-BANGSA ASING YANG DATANG MASUK KEWILAYAH INI ANTARA LAIN BANGSA MELAYU, AUSTRONESIA, CHINA, SPANYOL, PORTUGIS, GERMAN, BELANDA, INGGRIS, DAN JEPANG.

    PULAU INI TIDAK PANTAS DIBERI NAMA PAPUA DAN NEW GUINEA KARENA NAMA ITU ADALAH NAMA YANG DIBERIKAN OLEH BANGSA MELAYU YANG MASUK LEBIH AWAL SEBELUM KEDATANGAN BANGSA MONGOLOID DARI CHINA DAN BANGSA EROPA.
    NAMA PAPUA DIAMBIL DARI BAHASA MELAYU KUNO YAITU PAPUWA YANG BERARTI BUDAK/TIDAK BERADAB SEDANGKAN NAMA NEW GUINEA ADALAH NAMA YANG DIAMBIL OLEH BANGSA SPANYOL DARI NAMA GUINEA DI AFRIKA DENGAN ALASAN KEMIRIPAN MANUSIANYA.

    TETAPI PULAU INI SUDAH SEPANTASNYA DAN SEHARUSNYA DIRUBAH MENJADI TANAH KONVERGEN (Convergentland) YANG BERARTI TANAH YANG TERBENTUK KARENA PERTEMUAN LEMPENG AKIBAT PERGERAKKAN TEKTONIK LEMPENG DI BAWAH PERUT BUMI.

    NAMA INI DIAMBIL BERDASARKAN PROSES TERJADINYA PULAU INI BEBERAPA PULUH JUTA TAHUN SILAM BERDASARKAN SKALA GEOLOGI SEHINGGA UMUR PULAU INI DIPERKIRAKAN BARU SEKITAR 60 JUTAAN TAHUN. HAL INITELAH DIBUKTIKAN MELALUI PENEMUANG KERANG LAUT DAN PASIR LAUT DI DAERAH WAMENA, KEBAR, MANOKWARI, SORONG, BIAK, DLL.
    PRSOSES TERJADINYA PULAU INI BERASAL DARI PERTEMUAN LEMPENG BENUA AUSTRALIA DAN LEMPENG SAMUDERA PASIFIK SEHINGGA MEMBENTUK GUGUSAN PEGUNUNGAN DI SEPANJANG WILAYAH SORONG DI PAPUA BARAT HINGGA SAMARI DI PAPUA NEW GUINEA.


     AKIBAT PERTEMUAN LEMPENG TERSEBUT,  MAKA TERJADILAH GUGUSAN PEGUNUNGAN DI WILAYAH KEPALA BURUNG, PEGUNUNGAN TENGAH HINGGA KE ARA TIMUR DI PAPUA NEW GUINEA. DALAM PROSES GEOLOGI, PERISTIWA PERTEMUAN/TUMBUKKAN LEMPENG DISEBUT KONVERGEN, MAKA TANAH INI HARUS DISEBUT TANAH KONVERGENT ATAU CONVERGENTLAND.
    SEDANGKAN LEMPENG YANG SALING MEMISAH DISEBUT DIVERGENT.



    Gambar. 1. Convergent Plate Techtonic

    DENGAN ADANYA PERTEMUAN LEMPENG INI SEHINGGA MENGHUBUNGKAN BENUA AUSTRALIA, MAKA TERJADILAH MIGRASI MANUSIA DAN HEWAN DARI ARAH  AUSTRALIA KE UTARA PULAU INI SEPERTI TERLIHAT PADA GAMBAR GEOLOGINYA DI BAWAH INI SEBELUM TERJADINYA PENCAIRAN ES KETIKA NAIKNYA SUHU BUMI YANG MENGAKIBATKAN TERPUTUSNYA DARI DARATAN AUSTRALIA DAN MEMBENTUK PULAU TERSENDIRI.



    Gambar. 2. NEW GUINEA BEFORE SEPARATE FROMAUSTRALIA.
    Capture and Editor by: John Anari
    Sumber: Monash University, Australia

    BERDASARKAN PROSES ITU, SEHINGGA AHLI GEOLOGI LYDEKKER MENARIK GARIS BATAS LEMPENG SUNDA DAN LEMPENG SAHULSEPERTI TERLIHAT PADA GAMBAR DI BAWAH INI:

    Gambar. 3. Map showing Lydekker's line in relation to those of Wallace and Weber, as well as the probable extent of land at the time of the last glacial maximum, when the sea level was more than 110 m lower than today.

    PENARIKAN GARIS BATAS PAPARAN SUNDA DAN PAPARAN SAHUL MENURUT LYDEKKER YANG PALING TEPAT KARENA DAPAT DILIHAT CIRI-CIRI MANUSIA PAPUA DAN AUSTRALIA SANGAT MIRIP.

    SEDANGKAN NAMA YANG COCOK UNTUK BANGSA YANG MENDIAMI PULAU KONVERGEN INI ADALAH BANGSA MELANESIA YANG BERASAL DARI BAHASA YUNANI KUNO YAITU MELAN DAN NESOS (MELAN =HITAM; NESOS=PULAU) MAKA MELANESIA BERARTI PULAU HITAM. HAL INI SAMA SEPERTI PEMBERIAN NAMA INDONESIA OLEH SARJANA HUKUM SKOTLANDIA DARI UNIVERSITAS EIDINBURG YANG BERDOMISILI DI SINGAPORE YANG MENGAMBIL KATA DARI DARI BAHASA YUNANI KUNO YAITU INDOS DAN NESOS (INDOS=INDIA; NESOS=PULAU) JADI INDONESIA BERARTI PULAU INDIA KARENA KETURUNANNYA BERASAL DARI INDIA DAN ARAB DITIMUR TENGAH SEHINGGA BEREDAR AGAMA ISLAM, BUDA, HINDU SERTA PENINGGALAN CANDI DAN BAHKAN MEMILIKI KEMIRIPAN MANUSIANYA.

     
    Gambar. 4. Border Map of Melanesia Island
    Sumber: http://asiapacific.anu.edu.au/people/_maps/Melanesia.jpg


    Gambar. 5. Border Map of the island of Melanesia, Micronesia and Polynesia
    Sumber: http://www.janeresture.com/melhome/map.jpg

    BERITA UNTUK PAPUA ! News Polisi Bantah Meracun Mahasiswa Papua

    BERITA UNTUK PAPUA ! News Polisi Bantah Meracun Mahasiswa Papua

    JAKARTA - Tewasnya mahasiswa Papua yang diduga diracun dibantah pihak Polri. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Penerungan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Selasa (29/11/2011).

    "Namanya orang meninggal kan tiap hari ada. Kalau dia meninggal mencurigakan, silahkan laporkan. Kan kita bisa melihat apakah meninggalnya wajar atau tidak wajar. Tetapi kita kan semua makhluk hidup yang bisa dipanggil kembali oleh yang Maha Kuasa," katanya.

    Polisi, lanjut Boy juga akan mencari tahu penyebab kematian mahasiswa yang kuliah di Binas Sarana Informatika tersebut. Jika ada yang tidak wajar dalam kematian Carly, pihak keluarga bisa melaporkan kepada aparat penegak hukum.

    "Tempatnya dimana kita masih belum tahu, pasti akan dicari tahu. Kepolisian setempat pasti akan melakukan langkah-langkah terutama apabila sakit, kan sakit apa. Kalau merasa ada hal-hal yang tidak wajar itu kan bisa dilaporkan untuk dilakukan langkah-langkah hukum, seperti dilakukan otopsi jika pihak keluarga merasa dia meninggal tidak wajar," jelasnya.

    Seorang mahasiswa asal Papua, Carly Wilson Takimai (23) meninggal tidak wajar sekitar pukul 22.00, Senin malam, 28 November 2011 di Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan. Carly adalah mahasiswa yang mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia karena kontrakannya digerebek anggota TNI dan Polri. Kontrakannya  pada Jumat malam, 11 November, digeledah aparat. (sus) 

    Papua News And Media : TPN/ OPM Tak Ikutan 1 Desember

    TPN/ OPM  Tak  Ikutan  1 Desember


    Yusak Pakage
    Yusak Pakage
    JAYAPURA – Mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), Koordintor Parlemen Jalanan, Yusak Pakage menyatakan bahwa 1 Desember yang selama ini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua, tidak diperingati oleh TPN OPM Pimpinan Lambert Pekikir.
    “Agenda 1 Desember TPN OPM tidak ambil bagian, Karena Hari TPN/OPM 1 Juli,” tegasnya yang juga menyatakan bahwa TPN OPM tetap mendukung  pada orang Papua yang memperingati 1 Desember tapi tidak ambil bagian dalam aksi-aksi 1 Desemeber sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua.
    Dikatakan, menyikapi berbagai isu terkait 1 Desember yang meresahkan baik orang Papua maupun non Papua, Ketua Dewan Revolusi Militer TPN OPM, Lambert Pekikir yang bermarkas di Victoria, Bewani, Papua mengeluarkan himbauan bahwa semua pihak di Papua untuk tidak terprofokasi berbagai isu tersebut.
    Menurutnya bahwa himbauan yang lebih ditekankan kepada anggota TPN OPM di markas-markas pertahanan masing-masing untuk tidak mengambil tindakan apa-apa atas issu-issu yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
    “Seluruh angota TPN OPM tidak boleh terprofokasi, sehngga memacing mereka untuk bertindak segera ambil tindakan militer,” tegasnya. Kepada seluruh anggota TPN OPM, menurutnya harus tenang di tempat. “Ikuti proses yang sedang berlangsung di luar negeri saja, yaitu gugatan dari ILWP dari Inggris,” jelasnya. 
    Hal itu, menurutnya kecuali di tiga tempat yang masih siaga akibat seringnya kontak senjata dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun dengan Kepolisian Republik Indonesia, yaitu di Tingginambut (Puncak Jaya), Paniai dan Timika. “Untuk mereka di situ sesuaikan dengan keadaan,” lanjutnya.
    Menurutnya, pada 1 Desember tersebut, apakah mau kibarkan bendera atau tidak, terserah orang Papua. “Tetapi untuk pihak TNI dan Kepolisian Republik Indonesia, supaya tidak harus ambil tidakan militer. Kalau itu tidak sesuai aturan silahkan tangkap dan proses hukum. Tapi kalau untuk tembak mati di tempat, itu sangat disayangkan. Dan itu bisa membangun indikasi balas dendam,” harapnya.
    Sementara itu Kapolda  Papua   Irjen   (Pol)  Drs  BL Tobing kembali menegaskan  akan  menindak  tegas  siapapun  yang mencoba mengusik situasi   dan  keamanan di  Tanah  Papua  khususnya  pada  saat  peringatan  Hari Kemerdekaan Bangsa Papua Barat yang dirayakan setiap 1 Desember mendapat tanggapan  dari    Ketua  Majelis  Rakyat  Papua (MRP) Timothius  Murib dan Pengamat  Sosial Politik Papua dr. John Manangsang  yang   dihubungi  usai Dialog  Interaktif  Papua dan Permasalahannya  yang digelar Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Kota  Jayapura  di Hotel Aston Jayapura,  Kamis (24/11).
    Timothius Murib menegaskan, pihaknya  menghimbau   kepada seluruh  rakyat  sipil  agar  peringatan    Hari Kemerdekaan Bangsa   Papua  tanpa  mengibarkan   bendera  Bintang  Kejora.  Tapi  dilakukan dengan  hikmat dan damai.    
    Karena itu,kata  dia,  pihaknya   menghimbau agar TNI/Polri  tak  perlu  melakukan kekerasan, penyiksaan bahkan penembakan  yang  menyebabkan   jatuhnya  korban bagi   warga  sipil  seperti   yang   terjadi  di  Kongres  Rakyat  Papua(KRP) III  di Lapangan  Zakeus, Padang  Bulan, Abepura, 19 Oktober  lalu.     
    “Apapun yang  terjadi pada 1  Desember  nanti,, TNI/Polri  harus menanganinya secara manusiawi  karena mereka adalah  pengayom  rakyat,”  ujarnya.  
    Terkait   1  Desember,  John Manangsang   menandaskan,  aparat   keamanan  TNI/Polri dihimbau  untuk tak   melakukan show  of   force  (pamer kekuatan) seperti  penambahan  personil  dan persenjataan yang   berlebihan.
    “Makin itu   terjadi  makin dirasakan  oleh  orang Papua  menjadi  tak makin bebas diatas  negerinya sendiri,” tandasnya.   
    Kata  dia,  1  Desember  adalah suatu hari  yang  baik  untuk  kita duduk  berdoa  dan merefleksikan baik  secara kelompok  di  Gereja, Mesjid  atau secara  pribadi  dirumah  masing masing    tanpa perlu ada  perasaan    takut dan dendam. (aj/mdc/don)



    Diberi Gelar ‘Pahlawan’, Peti Jenasah Dibalut BK

    SENTANI– Dua dari tiga korban yang ditemukan tewas di perbukitan belakang Korem 172/PWY pasca pembubaran peserta Kongres III oleh aparat TNI dan Polri, dikuburkan di Waibron, kampoung halaman mereka, Jumat (21/10) kemarin. Keduanya masing-masing-masing-masing, atas nama Yakobus Samonsabra dan Max Asayeuw warga asli Waibron, Distrik Sentani Barat.
    Pemakaman korban dilakukan Jumat (21/10), kemarin sore sekitar pukul 03.00 WIT. Isak tangis histeris keluarga korban mewarnai pengantaran jenasah yang akan diserahkan ke para-para adat untuk disemayamkan di Waibron. Sejumlah pelayat yang diantaranya kerabat, masyarakat dan sejumlah pasukan Penjaga Tanah Papua (petapa) juga turut serta mengantarakan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Menariknya, dua korban ini mendapat penghargaan sebagai pahlawan penjaga perdamaian Tanah Papua dan dibaluti Bendera Bintang Kejora di atas dua peti jenasah ini.

    Proses pemakaman dari keluarga menyerahkan ke pasukan perdamaian tanah papua kemudian diserahkan secara resmi ke para-para adat, karena pasukan penjaga tanah Papua menjaga aset-aset daripara adat untuk mengawal hak-hak dasar yang dimana secara terbukti mereka telah gugur melaksanakan tugas untuk mengamankan jalannya kongres rakyat Papua III.

    Kepala keamanan petapa wilayah Mamta Elias Ayakeding menuturkan saat di temui Bintang Papua di para-para adat penyerahan korban kemarin sore menuturkan “Saya sangat sayangkan tindakan aparat kepada pasukan Petapa, mereka ini adalah pasukan perdamaian tanah papua ko bisa di dinuh,”ujar Elias heran. Tambahnya,sedangkan pasukan perdamaian ini mereka tidak bawa apa-apa satu pucuk senjatapun mereka tdak punya, bahkan peluru pun tidak ada,tapi kenapa mereka menjadi korban pengamanan KRP III ini.”tegasnya.

    Saat bintang Papua memasuki wilayah Waibron, Jumat sore (21/10) suasana mulai dari jalan Kartosari hingga Waibron Sentani Barat tampak sunyi sepi dan tidak ada terlintas mobil anggkutan umum, kendaran pribadi dan motor bahkan tidak nampak masyarakat yang ada di pingir jalan
    Banyak isu-isu yang masyarakat dengarkan terkait kematian korban kongres rakyat papua III (KRP),yang diantaranya penyerangan susulan dan pembakaran pasar baru dan pasar lama yang mengakibatkan seluruh masyarakat yang berada di Sentani tengah dan Sentani Barat was-was.

    Sempat aparat kepolisian datang ketempat pemakaman yang di pimpin langsung oleh Kapolres Jayapura AKPB. Mathius Fakhiri. SIK dan dua truk anggota polres sejumlah 30 orang. Mereka hanya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalam atas meninggalnya dua korban. Seteah utu kembali, karena rupanya kehadiran aparat di sana tidak diinginkan oleh masyarakat dan keluarga korban.

    Menurut ahcmad warga Hawai Sentani yang saat di wawancarai oleh bintang Papua “saya saat ini merasa cemas karena banyak isu yang berkembang di telinga masyarakat, di antaranya akan diadakan pembakaran pasar. saya juga merasa cemas terhadap keluarga saya,karena anak dan cucu saya sering berpergian diluar rumah makanya saya suruh pulang cepat biar tidak terjadi apa-apa diluar sana,harapan kami masyarat Papua itu harus lebih aman dan tentram behubungan masyarakat-masyarakat papua terkenal masyarakat yang penuh dengan rasa cinta damai dan kasi sayang,”katanya. (fer/don/L03)
     
     photo MISS_GHANA_BOOT_CAMP_Naijapalsdotcom_zps5ddf8c77.jpg
     photo NewPicture7_zps016b21bf.png