Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
IPMAPUJA News And Media. Diberdayakan oleh Blogger.

    Life Style

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
    Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik

    Ayam Kampus Juga Punya Kode Etik
    TEMPO/ Arie Basuki
    TEMPO.CO , Jakarta:Di dunia 'ayam kampus' ada pelajaran kode etik yang berisi ketrampilan dan kepribadian. Etika ini yang mengatur perilaku para ayam agar tertib dan tidak "belepotan". Para mucikari biasanya membekali mereka dengan etika itu agar pelanggan puas dengan harga yang sudah dibayar. Tempo mendapati kode etik yang banyak disepakati antara mucikari dan ayamnya. Ada yang ringan, ada juga yang berat.

    Menurut mucikari bernama Nora, pelajaran utama adalah menanamkan di benak para ayam bahwa pelanggan atau tamu adalah raja. Artinya, kata dia, ayam harus sopan dan ramah, juga patuh. "Ya misalnya mendengarkan dengan penuh perhatian curhat si tamu, dan jangan sekali-kali memotong pembicaraan," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Ayam peliharaannya juga dilarang memainkan ponsel saat bertugas. Karena dalam banyak kasus, kata Nora, ada ayam diadukan tamu karena asyik main "game" sendiri di atas ranjang. Dan, ada juga tamu yang mengadu disebabkan harus menunggu makan ayamnya terlalu lama--karena sembari balas pesan BlackBerry. "Hal itu dievaluasi," ujarnya.

    Lebih spesifik lagi, Nora juga mengajari ayamnya cara menuang minuman ke dalam gelas. Misalnya; pada saat mengangkat gelas, si ayam diajari untuk memegang gelas bagian bawah, atau jika gelas itu berkaki, ayam akan diajari untuk memeegang kaki gelas tersebut. Itu menurutnya standar. Bahkan, karena pihaknya juga mengajari sampai pada tahap membuka pakaian ketika hendak berhubungan intim. "Pakaian dibuka perlahan. Tidak boleh langsung bugil," ujarnya.

    Doni, mucikari lain, mengatakan, cara mengambil uang dari pelanggan juga ada kode etiknya. Ia mengatakan, ketika tamu memberi uang tunai, maka jangan langsung diambil. Tetapi diambil ketika tamu sudah pergi. "Untuk mengesankan si ayam tidak kegaresan uang," ujarnya di kesempatan terpisah.

    Ketika sedang bertugas, ayamnya juga dilarang memamerkan harta benda di depan tamu, seperti telepon genggam mahal atau laptop. Biasanya Doni meminta telepon seluler si ayam dimatikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesan sombong. Meski rata-rata ayamnya memiliki mobil, ia juga tetap mengharuskan mereka menemui pelanggannya dengan taksi.

    Jika ada sang ayam sedang datang bulan, Doni tidak membolehkan ayamnya itu libur. Apalagi jika sedang banyak order. Dalam aturannya, permintaan pelanggan tidak boleh ditolak. Ia mengaku memiliki ramuan obat untuk menghentikan keluarnya darah menstruasi. "Obat itu diracik secara tradisional oleh ibu gue, manjur!," ujarnya terbahak.

    Tetapi, Doni akan langsung menolak jika ada pelanggan yang meminta dilayani kasar di atas ranjang. Jika dirinya mendapat laporan dari ayamnya soal tamu yang memiliki kelainan dan membahayakan, tamu itu akan dimasukan ke dalam daftar hitam. "Pernah ada pelanggan yang bayar di muka belasan juta, tetapi ML-nya harus mukulin culai gue dulu. Gue tolak lah," katanya. Namun ia tidak menolak juga si ayam diminta menemani tamu untuk memakai obat terlarang.

    Ayam kampus juga memiliki hari kerja juga. Para ayam peliharaan Nora, dalam sepekan bisa empat hari kerja. Jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 19.00 WIB sampai 02.00 WIB. Yang pasti, aturan ini mengikat. "Jikalau si culai masuk pada hari Sabtu, maka sabtu depannya mereka bisa mengambil libur," kata Nora.


    HERU TRIYONO| PACIFICA

    Inilah 4 Jenis Cewek Bispak Yang Ngetrend di Kalangan Pelajar Indonesia

    Inilah 4 Jenis Cewek Bispak Yang Ngetrend di Kalangan Pelajar Indonesia

    Inilah 4 Jenis Cewek Bispak Yang Ngetrend di Kalangan Pelajar Indonesia - Jenis pergaulan seks di kalangan pelajar indonesia karna ane pikir tiap taun ada aja istilah istilah yang muncul buat para pelaku ini, langsung aja gan cekibot.....

    1. Fase Ayam Kampus
    Ayam kampus/ sering juga di sebut cewe bispak di kampus, Ayam kampus memiliki profesi sebagai penjaja tubuh moleknya karena alasan tertentu masing-masing individunya. Bisa karena faktor ekonomi atau mungkin saja karena faktor hobi atau gaya hidup yang kebablasan dan membuat sang mahasiswi cantik ketagihan untuk menjual tubuhnya.Ayam kampus ini sulit di temui karna ayam kampus lebih memilih bersikap seperti mahasiswi pada umumnya ramah dengan sikap terpelajar dan sebagainya dan juga relatif jual mahal gan, Habitatnya biasa nya di kost-kostan/Kampus gan (kalo ane nyari ayam di pasar aja udah jelas aman dan bikin kenyang).

    2. Fase Kimcil
    Kimcil atau sering juga d sebut kimpoi cilik juga salah satu cewe bispak di kalangan pelajar, biasa nya kimcil ini beroperasi di kalangan abg abg alay dan labil yang doyan pake dandanan ala boiband biasa nya usia kimcil kisaran 12-15 taun gan.Kalo ini Habitat nya di pinggiran jalan/tempat nongkrong dan keluar pada siang hari(kadang malem).

    3. Cabe Cabean
    cabe cabean adalah istilah buat cewe cewe racing yang doyan nonton balap .Cewe jenis ini yang lagi ngetrend sekarang karena cewe jenis ini biasa nya sering keluar malem dan biasanya doyan clubing ada juga beberapa dari jenis ini yang di jadikan bahan taruhan.Habitat Jenis ini biasanya di area balapan liar dan muncul pada malam hari (kalo ane nyari cabe yg d pasar aja gan buat ngerujak).

    4. Fase Jamur
    Jamur atau sering di sebut juga janda di bawah umur, cewe jenis ini biasanya cewe yang hamil trus nikah abis itu di cerein/di tinggal pergi oleh suami/pacarnya yang tidak bertanggung jawab .Jenis ini masih baru dan masih jarang di temui biasa nya jenis ini ada di kalangan anak abg. Sumber

    Batu Akikmu bikin aku kecantol

    Batu Akikmu bikin aku kecantol

    Musim batu akik yang sudah membumi di bumi Indonesia ini, membaut banyak orang ingin mengenakan akik tersebut hanya dengan tujuan mempercantik jemarinya, tak ada yang bisa disalahkan sebab mereka mengenkan akik dengan berbagai corak yang mereka sukai, ada bacan doko, solar aceh, bacan garut, batu kalimaya, giok dan sebagainya, bahkan para pelajar juga sudah mulai cinta dengan batu akik, semua itu sah-sah saja, dengan demikian mereka pemakai batu akik, terlihat seperti berwibawa dengan variasi ditangannya tersebut. Pada artikel ini ada sebuah kisah artis panggung yang seksi yang suka dengan batu akik yang dikenakan oleh seorang lai-laki tak kala sedang menyawernya di panggung.

    Deva seorang penyanyi lokal dengan karakter music dangdut yang sedang asik mentas disalah satu pertunjukan music, saat itu deva yang sedang melantunkan lagu koplo khas jawa timuran, pada saat itu datanglah seorang pemuda yang naik keatas panggung bermaksud menyawer deva yang cantik molek, seksi dan sebagaiya, banyak mata tertuju padanya, saat deva tampil di panggung dan banyak pula penggemar deva walaupun sebatas artis panggung lokal. Saat itu laki-laki yang  menyawer di tengah-tengah goyangan deva yang WAHHHHHH... membuat laki-laki tersebut terpesona dibuat deva, hingga tak sadar uang di dompetpun terkuras habis, tetapi laki-laki tersebut masih terus saja berjoged duet dengan deva, ada hal aneh pada saat itu, yaitu lelaki itu tatkala dimintai saweran kembali oleh deva, dia memberikan batu akik yang dikenakannya kepada deva, dan dengan tak sadar sembari tersenyum devapun menerimannya. Lagupun sudah selesai, dan lelaki itu turun kepanggung.

    Selang acara pertunjukan selesai, deva mengenakan hadiah batu akik yang diperoleh oleh laki-laki tak kenal tersebut, hingga tak sadarkan diri deva selalu terbayang-bayang olehnya, apakah itu pengaruhdari batu akik devapun tak mengerti, pagi, siang, sore, malam, deva selalu meikirkan lelaki itu, dan akhirnya deva berniat mencarinya, setelahnya bertemu deva dengan penuh rasa rindu memeluknya dengan erat, entah apa yang terjadi pada diri deva. Tingkah laku deva yang aneh membuat temannya penasaran lalu bertanya pada seorang yang pintar ternyata ada pelet yang menempel pada batu akik laki-laki tersebut, baca juga artikel berikutnya,  Janda Menikmati Malam dengan Kedinginan

    Karaoke Keluarga jadi Konspirasi

    Karaoke Keluarga jadi Konspirasi

    Banyak modus tempat karaoke room dijadikan tempat konspirasi antara lelaki hidung belang dengan membawa selingkuhannya ke tempat tersebut, maksud kata konspirasi adalah adanya pertemuan antara pria hidung belang dengan simpanannya atau wanita malam yang sebelumnya ada perjanjian pertemuan dua sosok tersebut bahkan lebih, imaje miringpun berlaku untuk tempat karaoke family tersebut dengan adanya konspirasi itu. ini biasa dilakukan oleh para pekerja proyek, politikus, PNS dan sebaginya dimana mereka memerlukan hal demikian dengan alasan refreshing sejatinya mereka terutama para elit pemerintahan atau pns sebenarnya itu sangat melanggar hukum demikian dengan adanya tempat hiburan karaoke keluarga adalah sarana yang sangat aman untuk membuat konspirasi.

    Di wilayah perkotaan banyak dibangun gedung-gedung karaoke room yang menyediakan beberapa layanan hiburan, masalah isu dan sebagainya memang sangat kental terdengar oleh masyarakat bahkan salah satu manager mengiyakan ha tersebut tetapi diluar masalah prinship pekerjaan, namanya juga tempat hiburan, heehee... tujuan dibangunnya tempat karaoke keluarga sanagtlah beralasan sebab banyak para investor dan pengusaha menikmati sarana itu.

    Terjadinya konspirasi antara lelaki hidung belang dan wanita malam yang dipesan melalui jasa mucikari atau selimngkuhannya, sebab room karaoke dianggap aman. sebenarnya di tempat karoke tersebut menyediakan pemandu lagu (PL) untuk menemani nernyanyi di dalam room, tetapi para hidung belang kebanyakan memilih wanita panggilan ataupun membawa slingkuhannya untuk menemani karaoke dan selanjutnya apa yang terjadi setelah keluar dari room itu apakah berlanjut ke room hotel, heheee saya ga begitu paham. mungkin pembaca artikel ini lebih paham. 

    Para lelaki hidung belang memlih room karoke untuk mencari hiburan iitu yang tergolong elite tidak seperti di warung remang-remang demikian banyaknya tempat karaoke yang tersedia di kota, banyak terjadi perselingkuhan antara hidung belang dan simpanannya melalui konspirasi diroom karaoke membuat para istri dirumah semakin penasan dan bergejolak, lagi pula isu yang lain juga beredar banyak para ibu-ibu (tante) yang suka karaoke tapi mereka hanya sebatas mencari hiburan bukan plus-plus, adapun isu para tante girang ke tempat tesebut sangat minim sekali.

    Itulah kelakuan para lelaki hidung belang yang mementingkan nafsunya dan kesebangannya sedangkan tempat-tempat seperti itu identik dengan kemiringan dan sangat menyedot perasan untuk datang lagi diwaktu berikutnya kala ada kesempatan dan uang padahal islam mengatakan janganlah kau mendekati zina dan ada aturan pemerintah tentang pornografi dan porno aksi tapi kenapa masih saja jadikan tempat room karaoke untuk konspirasi.

    Rekrut Ayam Kampus Pakai 'Intelijen'

    Rekrut Ayam Kampus Pakai 'Intelijen'

    Rekrut Ayam Kampus Pakai 'Intelijen'
    Ilustrasi prostitusi. Irishexaminer.com
    TEMPO.CO , Jakarta:Empat wanita berbadan bak boneka Barbie memasuki sebuah ruangan berarsitektur Yunani. Mereka tertawa riang dan saling berbicara satu sama lain. Tak ada tanda psikologis sedang berada di bawah ancaman. Keempatnya kemudian duduk berjajar di sebuah sofa panjang. Berhadapan dengan seorang lelaki berkemeja hitam dan berambut jabrik. Mereka diwawancara untuk menjadi: Ayam kampus.


    "Mereka adalah calon culai (ayam kampus)," kata Nora, 38 tahun, mucikari yang mengkoordinir keberadaan para ayam kampus di tiga tempat hiburan besar di Jakarta Pusat kepada Tempo, dua pekan lalu.

    Nora mengatakan, perekrutan ini dilakukan rahasia. Seleksinya ketat dan terbatas. Praktik pergundikan yang dilakukannya dikelola profesional. Ia membuat perjanjian hitam di atas putih dengan ayam peliharaannya. "Selayaknya sistem manajemen saja," ujarnya. Contoh isi perjanjian itu, kata dia, misalnya tidak boleh menyeberang ke mucikari lain tanpa ijin. "Juga tentang gaji dan aturan lainnya," kata Nora. (Pembagian komisi baca tulisan di bagian lain)


    Nora terlihat santai menjamu keempat tamunya itu. Ia mengaku tidak ingin membuat suasana menjadi tegang. Karena dirinya tahu, calon culai itu rata-rata baru dan butuh pengalaman. Malam itu, yang diwawancara adalah mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi swasta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kebanyakan, peliharaannya adalah model yang menyambi menjadi mahasiswi. "Harganya tentu lebih mahal," katanya.

    Dalam diskusi dengan para calon culai ia tampak terang-terangan. Ia bertanya kepada empat mahasiswi itu mulai dari nama, pengalaman kerja esek-esek dan orientasi hidup. Sebagian besar, kata dia, orientasinya adalah uang. "Gue juga nanya dari mana mereka tahu diri gue, dan tahu kerjaan ini dari mana," tutur Nora yang memiliki puluhan culai.

    Menurutnya mudah sekali melacak calon culainya yang berbohong. Karena ia memiliki mata-mata di kampus dan tempat hiburan. Riwayat hidup culai peliharaannya semua ada di tangannya. "Gue punya intel dimana-mana, data gue lengkap," tuturnya.

    Setelah lulus dari seleksi pertama, kata Nora, calon culai dikumpulkan menjadi satu dengan peserta lain yang sebelumnya diwawancara terpisah. Proses tersebut menurutnya dapat digambarkan sebagai suatu rapat besar yang dipimpin oleh pihak manajemennya. Nora tidak mengijinkan para calon culainya itu diajak bicara dengan Tempo. "Jangan, gak penting," katanya dengan nada serius.


    HERU TRIYONO | PACIFICA

    Kisah Ayam Kampus yang Jadi Budak Seks

    Kisah Ayam Kampus yang Jadi Budak Seks

    Kisah Ayam Kampus yang Jadi Budak Seks
    Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su
    TEMPO.CO , Jakarta:Magdalena, 24 tahun, bukan nama sebenarnya, rela melakukan apapun demi uang, meski dengan cara menjual diri. Sudah lebih dari lima tahun ia berprofesi sebagai ayam kampus. Diajak ke luar pulau bahkan luar negeri kerap ia jabani. “Kemana saja, asalkan sanggup bayar gue,” kata perempuan berbodi sintal ini kepada Tempo, pekan lalu, di sebuah kafe di bilangan Gadjah Mada, Jakarta Pusat.

    Keputusan dirinya menjadi ayam didasari kecemburuan dengan gaya hidup teman kampusnya. Perempuan berdarah Manado ini ingin seperti mereka yang memiliki barang mewah. Seperti pakaian dan tas bermerek, telepon pintar terkini, mobil, dan tinggal di apartemen.

    Sebenarnya, kondisi ekonomi keluarganya dibilang pas, tidak kurang-kurang amat. Tetapi pergaulan jetset nan glamorlah yang menuntutnya merogoh kocek dalam dalam. Alhasil, uang bayaran semesteran yang dikirim orangtuanya dari Manado selalu "diembat". Karena semakin lama uang di dompetnya tidak cukup dengan gaya hidupnya, Magdalena pun nekat menjual diri.

    Jaringan prostitusi awalnya ia dapatkan di sebuah diskotik besar di Jakarta Pusat. Di situ ia mulai banyak bersentuhan dengan mucikari kelas kakap. Dengan modal paras cantik dan bodi aduhai, tak sulit baginya menjadi peliharaan salah satu mucikari terbesar di Jakarta. Mucikari, yang juga artis tersebut, cukup punya nama di dunia hiburan Tanah Air.

    Tetapi, ia tidak lantas langsung menikmati hubungan seksual dengan para pelanggannya. Mulanya, kata Magdalena, dirinya deg-degan sebab pasangan selalu berganti. Terkadang ia ingin adegan intim berakhir secepat mungkin. Jika memungkinkan, apabila prianya tidak sesuai, ia mau tak perlu ada penjajakan tubuh, karena ia ingin uangnya saja. "Ya kalau mau sama gue, paling enggak elu siapin Rp 5 juta,” tuturnya.

    Magdalena memiliki kekasih yang tahu akan profesinya. Ia tinggal bersama di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Kekasihnya itu cuek dan tidak terlalu memperhatikan kebutuhan emosionalnya. Perlakuan kasar dari sang kekasih kerap diterimanya, termasuk saat berhubungan intim. "Gue kayak budak seks," ujarnya.

    Yang memprihatinkan, Magdalena harus membiayai hidup kekasihnya tersebut. Kalau sedang depresi, obat-obatan terlarang menjadi pelariannya. "Kuliah gue jadi terbengkalai," ujarnya. Simak Edisi Khusus Ayam Kampus di sini.

    HERU TRIYONO | PACIFICA

    Sang Adik pun Diajak Jadi Ayam

    Sang Adik pun Diajak Jadi Ayam

    Sang Adik pun Diajak Jadi Ayam
    Ilustrasi Seks Bebas/Kondom. zdravnitza.com
    TEMPO.CO , Jakarta:Selain soal keterbatasan ekonomi, latar belakang keluarga yang berantakan juga memantik niat mahasiswi terjun ke dunia pelacuran. Itu terjadi pada Sabrina, 24 tahun, bukan nama tulen.

    Baginya menjadi ayam kampus adalah sebuah tuntutan. Karena ia merasa harus menghidupi enam anggota keluarganya. Ayahnya meninggalkannya, lalu menikah lagi, dan tidak memberi nafkah sepeser pun. "Aku terdesak mencari uang untuk mama dan adik-adik," ujarnya kepada Tempo di sebuah tempat hiburan di Bogor, beberapa waktu lalu.

    Sabrina sudah lama bergelut di dunia esek-esek. Sebelum kuliah di salah satu universitas swasta di Bogor, ia sudah menjadi "ayam putih abu-abu" ketika duduk di sekolah menengah atas. Jaringan pelanggan, awalnya ia dapatkan dari temannya, yang dikenal sebagai siswi "bispak" alias "bisa dipake". Ia sendiri menyadari tubuh seksinya merupakan potensi besar menggaet para pria hidung belang. "Banyak yang bilang aku semok," ujar dia, yang selalu membawa kondom di tas.

    Ia mengatakan tidak mungkin mengandalkan asupan uang dari ibunya, yang menganggur, dan kakak perempuannya, yang menderita keterbatasan mental. Adik-adiknya sendiri masih sekolah, sehingga butuh uang untuk membeli buku dan bayar semesteran. Demi kelangsungan hidup keluarga, Sabrina rela, jika hampir setiap malam melayani pria yang ingin "tidur" dengannya. "Mau bagaimana? aku ini sudah jadi tulang punggung," katanya.

    Keseharian Sabrina jomplang dengan profesinya. Ia seorang yang relijius dan mengaku selalu menunaikan ibadah solat. Bahkan ia fasih mengaji. Ilmu agama itu ia dapat semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertama. "Dulu aku sekolah madrasah,” kata Sabrina, yang memiliki wajah putih dengan bentuk oriental.

    Sebentar lagi, Sabrina akan menikah. "Sistem estafet" pun ia berlakukan. Untuk membantu perekonomian keluarga, dengan terpaksa, ia menjadikan salah satu adik wanitanya sebagai simpanan seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasanya. "Adik melanjutkan dulu, biar uang si om tidak kemana-mana,” ujar penggemar film serial "Sex and The City" ini.

    Menurut dia, adiknya tidak keberatan sama sekali dan justru menikmati profesi itu. Bahkan, pelanggannya menjadi lebih banyak darinya. Ia pun merasa senang jika sang adik mendapatkan lelaki kaya yang mengajaknya menikmati malam di hotel berbintang. "Dengan begitu pengalamannya akan bertambah, wilayah operasi jangan lokal saja," ujarnya tertawa kecil.

    Dalam tiga tahun, ia bisa membeli mobil Avanza dan rumah, juga mendirikan usaha toko telepon seluler. Bagaimana tidak, sekali di ajak kencan ia bisa meraup Rp 30 juta. Sekali kencan yang dimaksudnya bisa berlangsung selama satu sampai dua minggu.

    Ibu dan nenek, yang tinggal satu rumah dengannya, tahu pembelian barang-barang itu berasal dari uang seperti apa. Karena sejak awal, ia terbuka dengan pekerjaannya. “Kalau aku tidak pulang, mereka (nenek dan ibunya) tidak bertanya,” ujar Sabrina yang belum berniat meninggalkan dunia prostitusi.

    HERU TRIYONO | PACIFICA

    Kuliah Tak Dijemput, Pulang Tunggu "Panggilan"

    Kuliah Tak Dijemput, Pulang Tunggu "Panggilan"

    Kuliah Tak Dijemput, Pulang Tunggu
    Sejumlah wanita penghuni wisma menutupi wajahnya saat razia kependudukan dikawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Rabu (7/9). Razia dilakukan untuk mendata kembali jumlah PSK yang cenderung bertambah seusai lebaran. Dikawasan lokalisasi Dolly terdapat 57 wisma dan 1128 pekerja sek komersial. TEMPO/Fully Syafi
    TEMPO.CO, Jakarta- Sebut saja Santi, 19 tahun, tidak terlalu cantik. Tetapi dengan "hot pants" hitam dipadu blazer, penampilan dara berambut panjang itu amat mengundang perhatian. Kemolekan bodinya yang sebelas dua belas dengan peragawati menjadi santapan lezat setiap mata pengunjung sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan. Di tempat itu, Tempo menemuinya, dua pekan lalu.

    Di kampusnya, sebuah universitas swasta di Jakarta Pusat, perempuan asal Medan tersebut dikenal ramah dan bergaul. Dan hampir semua tahu, ia adalah mahasiswi "panggilan", alias ayam kampus.

    Santi satu "tongkrongan" dengan Maharani Suciono, mahasiswi 19 tahun yang turut diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama perantara suap impor daging, Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meridien, Jakarta. Keduanya sama-sama mengambil jurusan ilmu komunikasi. "Kita sering nongkrong di kafe depan kampus. Tapi karena dia (Maharani) "ke-gap", pin bbm gue dihapus," ujarnya dengan mimik sedih.

    Ia meyakini ada "Maharani" lain di kampus, termasuk dirinya. Keberadaan para ayam ini, kata dia, tersamar, karena kebanyakan lihai menyamar. Beberapa ayam memang berpenampilan sederhana, sehingga menipu. Sama dengan mahasiswi lain, para ayam, menurutnya, juga rajin datang ke kampus, tetapi belum tentu masuk kelas. "Pulangnya tunggu jemputan atau panggilan deh," katanya.

    Bagi Santi, mengumpulkan uang belasan juta rupiah dalam sepekan bukan perkara sulit. Komisi Rp 10 juta yang diterima Maharani dinilainya juga standar. Di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta Pusat, ujar dia, Rp 10 juta itu baru tips. Tapi memang, ditambahkannya, ayam yang dibayar sebesar itu memiliki spesifikasi fisik dengan standar tinggi. "Ya selevel model lah," ujar Santi yang mengaku bisa melayani "short time" dan "long time".

    Kasus Maharani ini mengangkat kembali fenomena "ayam kampus". Dari penelusuran Tempo, keberadaannya bukan cuma di swasta saja, di kampus plat merah, bahkan di perguruan tinggi agama, juga marak. Kebanyakan ayam kampus atau disebut culai adalah peliharaan mucikari alias germo. Germo inilah yang menjembatani para ayam ke pelanggan.

    Menurut salah satu mucikari, Doni, bukan nama tulen, sebutan ayam kampus sendiri mengartikan dua sisi identititas. Di samping belajar sebagai kegiatan utama, mahasiswi penyandang status ayam juga "mengerami telur" para pria hidung belang. "Itulah mengapa disebut ayam kampus," katanya.

    Dalam pandangan Doni, status sebagai mahasiswi amat bisa meningkatkan harga pasaran si ayam. Sebab itu, banyak wanita, yang sebenarnya penjaja seks, memilih kuliah. "Tetapi ada yang benar mahasiswi juga," ujar Doni. Modus untuk meningkatkan harga jual, menurutnya, sama saja dengan menjadi model sampul di sebuah majalah lelaki dewasa.

    Dari penelusuran Tempo, harga mahasiswi esek-esek ini dipatok mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, bahkan lebih. Hitungannya juga berbeda-beda. Ada yang hitungannya sekali berhubungan intim saja, ada yang sehari, dan ada yang sampai dibawa ke luar kota atau luar negara. "Yang sampai sepekan di luar negeri tentu harganya bisa lima kali lipat," kata Doni.

    Pendapatan rata-rata para ayam ini bisa mencapai Rp 60 juta per bulan. Beda Rp 2 juta dengan gaji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Angka itu berdasarkan keterangan dari Doni yang memelihara 10 ayam kampus. "Mereka sudah kaya-kaya loh," ujarnya.

    Nora, mucikari lain, juga bukan nama sebenarnya, menuturkan, jaringan ayam kampus dikelola profesional. Beberapa mucikari menurutnya selektif mencarikan pelanggan untuk ayamnya. Ia mengatakan, ayam yang murah biasanya memiliki kelainan seksual atau penyakit kelamin. "Kalau culai gue itu ada kode etik dan sehat, alias bersih penyakit," ujarnya.

    Pelanggan ayam peliharaan Doni dan Nora bukan orang sembarangan. Mereka selevel menteri, pejabat teras militer, bahkan anak pejabat. Menurut Nora, tidak semua pejabat meminta ayam kampus untuk berhubungan intim. Ada istilah namanya "Three D". Yaitu, si ayam cuma menemani pejabat untuk menghisap heroin, sabu dan inex, tanpa melakukan penetrasi.

    Tempo menelusuri jejak-jejak para ayam kampus ini, mulai dari perekrutan, praktek transaksi, hingga sisi lain kehidupan para ayam.


    HERU TRIYONO|PACIFICA

    Kesalahan Umum Saat belajar

    Kesalahan Umum Saat belajar

      Jangan sampai melakukan kesalahan saat belajar jika tidak ingin nilaimu jelek. (Foto: shutterstock)

    Jangan sampai melakukan kesalahan saat belajar jika tidak ingin nilaimu jelek. (Foto: shutterstock)
    Colleger Radio – Kamu mungkin sudah belajar dengan keras, namun belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan. Cek dulu, siapa tahu kamu melakukan kesalahan umum saat belajar.
    Mau tahu apa saja?

    1. Meremehkan waktu belajar
    Kamu mungkin berkata telah belajar sepanjang waktu, tapi ternyata proses belajarmu enggak berkualitas. Sebenarnya, kita cuma butuh waktu empat hingga enam jam dalam sehari untuk belajar. Apa kamu sudah melakukannya?

    2. Terganggu
    Jika kamu belajar sambil membuka media sosial, maka sudah jelas konsentrasimu akan terganggu. Pastikan kamu fokus saat belajar, ya!

    3. Belajar hanya di kepala
    Jangan cuma mengulang materi pelajaran di kepala. Cara terbaik untuk membuat materi yang sudah dipelajari benar-benar terserap dengan baik adalah dengan mengerjakan soal-soal. Tentu hal ini akan meningkatkan nilaimu.

    4. Sistem kebut semalam
    Bagaimanapun juga, otak perlu waktu untuk menyerap informasi. Jadi, sistem kebut semalam bisa jadi enggak efektif. Apalagi kamu juga perlu tidur yang cukup menjelang ujian.

    5. Tidak mencakup semua materi
    Kamu harus tetap mempelajari semua materi yang dibutuhkan, tidak peduli berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Karena itu lebih baik belajar dengan cara mencicil dan sesuai silabus perkuliahan dari dosen.

    10 Tips Memiliki Kehidupan Remaja Sukses

    10 Tips Memiliki Kehidupan Remaja Sukses

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kehidupan remaja yang sukses. (Foto: dok. Okezone)
    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kehidupan remaja yang sukses. (Foto: dok. Okezone)

    IPMAPUJA - Terkadang menjadi remaja itu menyebalkan. Sering kali kita menghadapi masalah sulit dan harus mengambil keputusan yang mengubah hidup.
    Tetapi enggak usah gusar, ada 10 tips yang dapat membantumu memiliki kehidupan remaja yang sukses, seperti dilansir laman Wonderslist, Kamis (2/4/2015).

    1. Selalu menjadi diri sendiri
    Menjadi diri sendiri membuatmu lebih nyaman dan membangun kepercayaan dalam hati dan jiwa.

    2. Melakukan yang terbaik di sekolah
    Tidak peduli seberapa membosankan, pendidikan akan membantumu menjadi seseorang yang produktif dalam masyarakat. Jadi, belajarlah dengan giat dan menjadi siswa unggul di sekolah. Prestasi yang baik di sekolah akan membantumu mendapatkan kampus unggulan dan pekerjaan yang baik.

    3. Sadarilah sebelum melakukan sesuatu yang baru
    Banyak orang menyesal atas kesalahan mengerikan yang telah mereka lakukan. Jadi, selalu sadar sebelum melakukan sesuatu yang baru untuk diri sendiri.

    4. Lakukan apa yang dicintai
    Jangan bereksperimen dan menemukan hal-hal baru yang tidak baik. Habiskan waktu dengan hal-hal produktif dan mengembangkan kepribadian seperti menjalani hobi.

    5. Jangan menggunakan narkoba
    Ingat, orang-orang yang mencoba menggunakan narkoba akan menyebabkan kematian.

    6. Gambarkan masa depan
    Pasang target dan lakukan satu demi satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Buatlah pilihan yang baik berdasarkan minat dan bakatmu.

    7. Cintai hidup dan berdoa
    Jadilah pemberani dan jalani hidup, karena kamu hanya sekali mendapatkan kesempatan untuk menikmati hidup. Berdoalah agar Tuhan selalu menjagamu.

    8. Pilihlah teman-teman dengan bijaksana
    Bergaullah dengan seseorang yang membuatmu merasa nyaman dan bahagia, serta yang mendukungmu. Cintailah teman-temanmu.

    9. Aktif
    Bergabunglah dengan tim seperti tim olahraga di sekolah atau di luar sekolah, bergaul di sekitar lingkunganmu. Hal ini membantumu merasa lebih baik secara mental dan fisik.

    10. Jadilah proaktif
    Menjadi proaktif merupakan kunci untuk membuka kebiasaan lain. Orang proaktif memahami bahwa mereka bertanggung jawab untuk kebahagiaan atau ketidakbahagiaan mereka sendiri serta tidak menyalahkan orang lain atas tindakan atau perasaan mereka.
     
     photo MISS_GHANA_BOOT_CAMP_Naijapalsdotcom_zps5ddf8c77.jpg
     photo NewPicture7_zps016b21bf.png