Headlines News :
Home » , » Bentrokan sebagai tanda kemerdekaan Papua Barat panggilan

Bentrokan sebagai tanda kemerdekaan Papua Barat panggilan

Written By Ipmapuja Korwilmalangraya on Sabtu, 03 Desember 2011 | Sabtu, Desember 03, 2011

Bentrokan sebagai tanda kemerdekaan Papua Barat panggilan

West Papua Baptist Church, Reverend Socrates Yeoman
Pasukan keamanan Indonesia dan Papua Barat aktivis bentrok selama protes untuk menandai peringatan 50 tahun kemerdekaan provinsi menyatakan.
Stasiun televisi lokal memperlihatkan gambar polisi mengemudi melalui kerumunan demonstran yang mengibarkan bendera kemerdekaan Papua dan bersorak.
Rekaman itu menunjukkan polisi menembakkan tembakan ke udara, gulat keras pengunjuk rasa ke tanah, dan menyita bendera kemerdekaan dilarang provinsi.
Ada juga laporan pengunjuk rasa ditembak tetapi hal ini tidak dapat dikonfirmasi sebagai ABC tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut.
Laporan TV juga menayangkan gambar seorang polisi Indonesia yang diklaim ditembak dengan panah dalam bentrokan.

Arrests made at ceremony to commemorate the 50th anniversary of West Papua's independence. Photo: Police arrest a man after dispersing hundreds attending an independence ceremony at Timika, West Papua on December 1. (Reuters: Muhammad Yamin)
 
Gangguan terjadi pada hari Kamis pada pertemuan-pertemuan menandai peringatan 50 tahun deklarasi Papua Barat kemerdekaan.
Deklarasi yang tidak diakui oleh Indonesia dan Pemerintah Australia mengatakan menghormati kedaulatan Indonesia atas Papua Barat.
Polisi mengatakan mereka menembakkan tembakan peringatan namun keamanan Indonesia Menteri Djoko Suyanto membantah bahwa pemrotes telah ditembak.
Dia mengatakan demonstran menyerang polisi dan sejumlah Papua ditahan karena mengibarkan panji-panji kemerdekaan mereka.
Kepala Gereja Baptis Papua Barat, Pendeta Socrates Yeoman, kata beberapa orang mengambil bagian dalam upacara pengibaran bendera ditembak dan lainnya ditangkap oleh pasukan keamanan Indonesia.
Video di YouTube juga telah menunjukkan upacara pengibaran bendera yang dilakukan di Papua pada 30 November.
Video: upacara pengibaran Bendera di sebuah lokasi yang tidak diketahui di Papua pada tanggal 30 November (YouTube: WillaksNewsToday)
Pendeta Yeoman mengatakan keamanan telah diperketat, dengan peningkatan jumlah polisi dan militer.
Dia mengatakan meski kekerasan ia dan rekan-rekannya akan melanjutkan kegiatan mereka.
"Kami di sini Bagaimana mereka bisa melakukan ini?. Kami adalah pemilik tanah ini. Bagaimana bisa orang-orang luar akan datang dan membunuh, menangkap dan menyiksa kita terus menerus?" katanya.
Wartawan asing tidak diizinkan masuk ke wilayah sehingga sulit untuk memverifikasi laporan-laporan yang datang dari sana.
Pengibaran bendera upacara diadakan di sejumlah kota di seluruh Papua, sedangkan di Jakarta di mana orang-orang Papua dalam pakaian tradisional berbaris melalui jalan-jalan ibukota.
Lainnya upacara diadakan di luar negeri di Australia, Selandia Baru dan Belanda.

Source: abc.net.au

 

Share this post :

Posting Komentar