Headlines News :
Home » , , » Bintang Papua News : Pangkalan AS di Darwin, Tak Berhubungan Papua Merdeka

Bintang Papua News : Pangkalan AS di Darwin, Tak Berhubungan Papua Merdeka

Written By Ipmapuja Korwilmalangraya on Senin, 28 November 2011 | Senin, November 28, 2011


Pangkalan AS di Darwin, Tak Berhubungan Papua Merdeka

MANOKWARI - Ketua MRP Papua Barat, Vitalis Yumthe, menegaskan, kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Darwin Australia, hanya memperkuat strategi ekonomi dunia yang diperankan oleh AS dan tidak ada hubungannya dengan strategi memperkuat perjuangan kemerdekaan bagi Bangsa Papua. “Tidak ada agenda seperti itu. Ini isu yang sengaja direkayasa oleh pihak-pihak tertentu, yang tidak menginginkan Papua menjadi tanah damai dan bagian dari NKRI. Untuk itu, mari kita tidak melihat persoalan Papua bukan sebagai upaya untuk memisahkan diri dari NKRI, tetapi semakin memperkuat jiwa nasionalisme kita untuk menghadapi persaingan global dari strategi ekonomi dunia yang diterapkan oleh AS di wilayah Selatan Pasific ini,” tegas Yumthe dalam keterangan persnya saat berada di Bali, kemarin, untuk mengikuti beberapa kegiatan MRP Papua Barat. Dikatakan, peringatan Hari Kemerdekaan Papua tanggal 1 Desember jika dirayakan seperti yang dilakukan selama ini, tentunya akan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau terjadi pertumpahan darah seperti yang terjadi pada KRP III lalu di Jayapura, pihak-pihak tersebut tidak akan bertanggungjawab. Siapa yang mau mengorbankan diri, jika perjuangan ini tidak benar? Saya minta kepada aparat kepolisian untuk tegas melakukan penindakan terhadap mereka-mereka yang melanggar aturan,” ujarnya.

Untuk itu, kepada wartawan dirinya mengajak kembali seluruh rakyat di Papua, khususnya di Papua Barat, untuk menghadiri Doa Pemulihan Papua, yang akan digelar pihaknya di Pulau Mansinam, sebagai tempat peradaban Bangsa Papua, pada tanggal 1 Desember mendatang. “Marilah kita belajar dari sejarah silam, saat Ottow dan Geissler mendaratkan kaki mereka di Tanah ini. Kita harus bisa menciptakan suasana yang damai ditengah upaya pemerintah pusat menyelesaikan persoalan yang terjadi di Tanah Papua. Kita jangan sampai melunturkan rasa percaya pemerintah pusat kepada rakyat Papua,” ujarnya.

Disinggung soal Doa Pemulihan Papua yang diselenggarakan pihaknya di Pulau Mansinam, kata dia, MRP Papua Barat, pada prinsipnya MRP sebagai wadah yang mempersatukan adat, agama dan perempuan, menginginkan agar moment ini dipergunakan untuk kepentingan membangun rasa persatuan dan kesatuan di tengah-tengah rakyat Papua, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. “Jika kita semua bersatu maka tantangan globalisasi yang nantinya akan kita hadapi, semua kita sudah siap. Kita mau supaya Doa Pemulihan itu sendiri, membangun rasa percaya diri kita sebagai Rakyat Papua, yang memiliki hak yang sama dan sejajar seperti rakyat lain dalam wadah NKRI, untuk menikmati seluruh kekayaan alam yang kita miliki saat ini,” ujarnya.

Ditanya soal pemerintah pusat sedang memperjuangkan beberapa langkah strategi untuk membangun Papua dan Papua Barat saat ini, kata dia, langkah yang diambil oleh pemerintah tidak lain dan tidak bukan adalah memberikan kepercayaan kepada rakyat Papua bahwa pemerintah pusat masih tetap memberikan perhatian yang besar kepada Rakyat Papua. “Beberapa kebijakan yang diambil, mulai dari rencana pergelaran dialog, penyelesaian HAM di Papua dan rekonsiliasi serta kebijakan lainnya, perlu kita dukung, agar jangan ada lagi riakan-riakan kecil di tengah perjuangan kita menunjukan eksistensi Papua di mata pemerintah pusat,” pesannya.

Sementara itu, informasi yang diterima Koran ini menyebutkan, peringatan Hari Kemerdekaan Rakyat Papua pada tanggal 1 Desember mendatang, tidak dilakukan beberapa kegiatan seperti yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan belum ada pihak-pihak yang menyampaikan pemberitahuan akan diselenggarakan kegiatan tersebut ke Polres Manokwari.(cr-30/aj/l03)



Share this post :

Posting Komentar